Kabupaten Bandung, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Sebanyak 603 kejadian kebakaran tercatat di wilayah Kabupaten Bandung sepanjang Januari hingga akhir September 2026. Kebakaran semak belukar, alang-alang, lahan hingga hutan menjadi salah satu kejadian yang cukup dominan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung, Iman Irianto Sujana, mengatakan tingginya potensi kebakaran menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung, terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang sebelumnya telah diperingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Musim kekeringan ini tidak hanya berdampak terhadap kekurangan air bersih, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Karhutla sendiri menjadi perhatian tingkat nasional,” ujar Iman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).
Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan Disdamkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memastikan penanganan dilakukan secara cepat setiap kali terjadi kebakaran.
Pemkab Bandung sebelumnya juga mendapat perhatian dan peringatan dari Satgas Karhutla tingkat pusat serta Kementerian Lingkungan Hidup agar segera melakukan pemadaman dan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung.
Namun, penanganan karhutla tersebut berhasil dilakukan jajaran Pemkab Bandung secara mandiri.
Disdamkar Kabupaten Bandung mampu menuntaskan proses pemadaman tanpa bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Kinerja tersebut kemudian mendapat apresiasi dari Satgas Karhutla pusat, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, hingga Direktorat Jenderal Administrasi dan Kewilayahan.
Apresiasi serupa juga disampaikan Bupati Dadang Supriatna kepada jajaran Disdamkar dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah (Rakor Pemda) pada 21 September 2026.
Di hadapan para kepala dinas, kepala badan, serta direksi BUMD, Dadang secara khusus meminta seluruh peserta rakor memberikan apresiasi berupa tepuk tangan kepada jajaran Disdamkar atas kinerja dan respons cepat dalam menangani berbagai kejadian kebakaran.
Tak hanya memberikan apresiasi, Dadang juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan perlengkapan petugas pemadam kebakaran, terutama Alat Pelindung Diri (APD) guna menjamin keselamatan personel saat menjalankan tugas di lapangan.
Iman mengungkapkan, sebagian kejadian kebakaran masih dipicu kelalaian masyarakat. Di antaranya kebiasaan membakar sampah di sekitar lahan serta membakar semak dan belukar untuk membuka lahan.
Sementara kebakaran bangunan kerap dipicu korsleting listrik maupun kebocoran tabung gas LPG 3 kilogram.
Selain faktor penyebab kebakaran, keterbatasan sumber air juga masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas saat melakukan proses pemadaman di sejumlah lokasi.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pelayanan Disdamkar Kabupaten Bandung mendapat respons positif dari masyarakat.
Berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Disdamkar Kabupaten Bandung mencapai sekitar 99,4 persen.
Iman pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan ikut berperan aktif mencegah kebakaran sejak dari sumbernya.
“Kami mengimbau masyarakat agar hati-hati ketika membakar sampah, jangan membakar di sekitar lahan, terutama saat kondisi kering. Untuk pembukaan lahan juga jangan dilakukan dengan cara membakar semak dan belukar. Api bisa cepat merambat dan menyebabkan kebakaran lebih besar, jangan sampai kecerobohan kita menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Iman. (Apih)
