SNU//Sorong Papua Barat Daya – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) Se-Kota Studi Sorong, Papua Barat, dalam pembagian kontrakan oleh mahasiswa biasanya terjadi saat mereka memutuskan untuk menyewa kontrakan bersama, demi membagi biaya sewa dan fasilitas yang ada, bertempat di Asrama/Kontrakan Pania Sorong, Jl. Malibela Kota Sorong Km: 11,5 Kota Sorong, Kompleks Lorong II Meuwo. Senin (9/6/2025).
Badan Pengurus Harian Paniai (IPMAPAN) Se-Kota Studi Sorong, Papua Barat, Noak Kayame menyampaikan, ini dapat menjadi solusi yang ekonomis dan efisien untuk mahasiswa yang ingin memiliki tempat tinggal terpisah dari asrama atau Kontrakan orang tua, tetapi juga ingin meminimalkan pengeluaran.

“Membagi biaya sewa kontrakan, 200 Dua ratus ribuh rupiah, perbulan sewa kost tiga pintu yang umumnya, lebih murah dibandingkan dengan menyewa kamar kos sendiri karna kontrakan yang disewakan lebih full di kamar-kamar, “Jelas Noak Kayame
Begitupula yang disampaikan oleh Mesak Maday, S. Pd, Selaku Alumni (IPMAPAN) menjelaskan, bahwa membagi fasilitas kontrakan seperti dapur, kamar mandi, dan ruang bersama,
Menciptakan lingkungan tinggal yang nyaman dan akrab bagi mahasiswa yang sama-sama menjalani rutinitas kuliah,
“Negosiasi Awal. Mahasiswa yang ingin berbagi kontrakan harus melakukan negosiasi awal, untuk menentukan lokasi, ukuran kontrakan, dan fasilitas yang dibutuhkan,,” Ujar Maday.
Hal yang sama, disampaikan oleh Nataniel Yogi, Selaku Ketua Asrama/Kontrakan Paniai, Mengutip Pembagian Biaya: Uang sewa, biaya listrik, air, internet, dan biaya lain-lain harus dibagi secara adil dan proporsional sesuai dengan jumlah penghuni.
“Pembentukan Aturan Bersama, Asrama/Kontrakan Paniai, Peraturan-peraturan mengenai penggunaan fasilitas, jadwal pembersihan, dan aturan lainnya perlu ditetapkan secara bersama-sama agar tercipta lingkungan kontrakan yang nyaman,”Jelas Yogi.

Ditambahkan pula oleh Yulita Yogi, Soniorita IPMAPAN Pembentukan Struktur Kepemimpinan (Opsional), Mahasiswa dapat membentuk struktur kepemimpinan sederhana, seperti ketua kontrakan,
“Pembagian tugas cuci piring, dan koordinator kebersihan, untuk memudahkan pengelolaan,”tutup Yogi. (Jeri P Degei)
















