Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EkonomiRagam Daerah

OJK Tasikmalaya Dorong Stabilitas Keuangan dan Edukasi Masyarakat

85
×

OJK Tasikmalaya Dorong Stabilitas Keuangan dan Edukasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Jawa Barat sebagai Plt. Kepala OJK Tasikmalaya Melati Usman, Senin (20/10/2025)(Foto:Krist)

SNU//Tasikmalaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menegaskan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Priangan Timur tetap berada dalam kondisi aman dan stabil hingga Agustus 2025, seiring dengan terjaganya kinerja ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Melati Usman, yang juga menjabat sebagai Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, dalam konferensi pers di Tasikmalaya, Senin (20/10/2025).

Example 300x600

Melati menjelaskan, kinerja perbankan di bawah pengawasan OJK menunjukkan pertumbuhan positif, dengan aset naik 0,85 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 5,77 persen (yoy).
Dari sisi komponen, deposito tumbuh tertinggi sebesar 8,63 persen, diikuti giro 6,53 persen dan tabungan 4,72 persen.

Namun, penyaluran kredit secara keseluruhan masih mengalami kontraksi 1,59 persen (yoy) akibat penurunan pada kredit modal kerja dan kredit investasi, meskipun kredit konsumsi masih tumbuh positif.

Sementara itu, aktivitas pasar modal di wilayah Tasikmalaya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Nilai kepemilikan saham naik 42,61 persen menjadi Rp1,36 triliun, dan nilai transaksi saham melonjak 122,75 persen menjadi Rp1,17 triliun,” ungkap Melati.

IKNB Tunjukkan Tren Positif

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), OJK mencatat peningkatan pada perusahaan pembiayaan dan modal ventura, meskipun Lembaga Keuangan Mikro (LKM) masih mengalami tekanan.

Outstanding pembiayaan modal ventura naik 15,39 persen, sementara perusahaan pembiayaan tumbuh tipis 0,11 persen (yoy).

Melati menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di wilayah Priangan Timur.

Dalam aspek perlindungan konsumen, OJK Tasikmalaya memperkuat pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan serta memperluas program edukasi perlindungan konsumen (PEPK).

Jumlah pengaduan konsumen hingga September 2025 tercatat 959 kasus, meningkat dari periode sebelumnya. Sebagian besar laporan berasal dari sektor perbankan dan fintech, dengan mayoritas disampaikan secara langsung (walk-in) ke kantor OJK.

Selain itu, permintaan informasi melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai lebih dari 7.000 permintaan, baik secara daring maupun tatap muka.
“Melalui kegiatan Bulan Literasi Keuangan (BLK), kami berharap masyarakat semakin melek finansial, memahami risiko investasi, dan mampu mengelola keuangan secara mandiri demi kesejahteraan jangka panjang,” tutur Melati. (Krist)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600