SNU//Garut – Warga Kampung Balong dan Bungur, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, bersama Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Garut, membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mencegah longsor yang kerap terjadi saat musim hujan.
Selama ini warga hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan turun, karena kondisi tanah di sekitar permukiman labil dan rawan bergerak.
Pembangunan TPT memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Proyek TPT di dua titik ini berjalan atas arahan Kepala Desa Leuwigoong, Andes Slamet.
Distarkim menangani aspek teknis pembangunan, sementara tenaga kerjanya melibatkan warga setempat. Ena, salah seorang warga, menyebut pelibatan masyarakat menjadi nilai positif karena warga merasakan manfaat ganda: meningkatkan rasa memiliki sekaligus menambah penghasilan.
Pembangunan TPT tersebut merupakan realisasi dari usulan para Ketua RT/RW dan kepala desa.
Di Kampung Balong, TPT dibangun sepanjang 105 meter dengan lebar 45 sentimeter. Ukuran ini dinilai cukup untuk menahan pergerakan tanah di titik-titik yang paling rawan longsor.
Warga yang tinggal di bawah area pembangunan TPT kini merasa lebih tenang. Mereka mengaku kekhawatiran saat hujan deras, terutama pada malam hari, mulai berkurang sejak struktur penahan tanah itu mulai berdiri.
Kepala Desa Andes Slamet bersama jajarannya juga turun langsung mengecek progres pembangunan TPT di Kampung Balong. Ia memastikan pengerjaan berjalan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan TPT harus kokoh dan sesuai RAB karena ini menjadi benteng utama untuk mencegah longsor di Kampung Balong,” tegas Andes. (Agung)















