SNU//Kab. Bandung — Sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot kembali terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut.
Ketua Pentahelix Penanganan Banjir bersama tim serta anggota PRIMA turun langsung melakukan peninjauan menggunakan perahu karet BPBD Kabupaten Bandung, Jumat (5/12/2025).
Pemantauan dilakukan dengan menyusuri lokasi yang terendam cukup dalam, sekaligus menerima laporan warga terkait dampak banjir terhadap aktivitas harian.
Kehadiran Ketua Pentahelix di lapangan menjadi upaya memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD, relawan, aparatur kewilayahan hingga komunitas masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan tim Pentahelix dan anggota PRIMA, berikut kondisi sejumlah titik terdampak:
Kelurahan Pesawahan (RW 02 dan RW 03/Cisirung) masih terendam hingga Jumat siang.

Desa Dayeuhkolot hampir seluruh wilayahnya tergenang dengan ketinggian air 20 cm hingga 1,5 meter.
Desa Citeureup sebagian besar wilayah juga masih berada di bawah genangan air.
Sebagian warga memilih mengungsi ke masjid-masjid terdekat. Sementara itu, pendataan jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak masih berlangsung oleh petugas gabungan.
Dalam laporan lapangan, seorang warga sakit dari RT 02/RW 16 Desa Citeureup telah dievakuasi menuju RS Welas Asih untuk mendapatkan penanganan medis. Anggota PRIMA juga membantu evakuasi warga di rumah-rumah yang tergenang cukup tinggi.
“Kami bersama seluruh unsur Pentahelix, pemerintah, relawan, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, akan terus melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak,” ujar Tri Harmanto, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot di lokasi.
Tri menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, disertai percepatan penanganan di titik-titik banjir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan segera melaporkan jika ada situasi darurat,” tambahnya.
Kegiatan pemantauan ini menjadi bagian dari komitmen bersama memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan evakuasi berjalan cepat, serta meminimalkan risiko bagi warga di lokasi rawan. (Apih)
















