SNU//Kab. Bandung – Panitia Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot melaksanakan rapat terbatas untuk mengevaluasi percepatan penanganan banjir di sejumlah lokasi rawan di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Selasa (9/12/2025).
Rapat ini sekaligus menjadi agenda penyusunan proposal anggaran kegiatan infrastruktur yang harus segera diperbaiki.
Rapat evaluasi ini diikuti oleh seluruh Anggota Pentahelix, termasuk tim UPTD Daerah Aliran Sungai (DAS) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Pemerintahan Kecamatan Dayeuhkolot, PRIMA Citeureup, serta unsur perusahaan dan akademisi yang selama ini peduli terhadap dampak bencana banjir.

Pembahasan utama rapat kali ini berfokus pada hasil assessment yang telah dilakukan anggota Pentahelix di berbagai titik rawan banjir dan upaya perbaikan infrastruktur yang mendesak.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menyampaikan kekecewaannya mengenai kurangnya respons positif dari pihak swasta atau perusahaan lokal.
Tri menekankan bahwa penanganan banjir memerlukan kekompakan bersama. Sayangnya, dari lebih dari 30 perusahaan yang beroperasi di wilayah Dayeuhkolot, hanya segelintir yang menunjukkan atensi.
”Disayangkan, penanganan banjir ini memerlukan kekompakan bersama, tetapi dari para pengusaha yang ada di wilayah Dayeuhkolot, yang jumlahnya lebih dari 30 perusahaan, hanya 3 pengusaha yang atensi atas Pentahelix penanganan banjir di Dayeuhkolot ini,” ungkap Tri.
Ketiga pihak yang selalu hadir dan menunjukkan kepedulian tersebut adalah perwakilan dari PT. Berry Callebaut, PT Metro Garmen, dan perwakilan Akademisi STT Telkom.
Harapan Agar Perusahaan Mendukung Penuh
Tri menegaskan bahwa pertemuan ini adalah langkah lanjutan agar solusi yang sudah diketahui dapat segera ditindaklanjuti. Ia berharap pihak perusahaan dapat mendukung penuh dan berkontribusi dalam upaya penanganan banjir Dayeuhkolot.
”Pemilik pabrik juga harus ada kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Saya tekankan Pemilik pabrik bisa bekerjasama dalam penanganan banjir yang terjadi di Dayeuhkolot ini,” tutup Tri. (Apih)















