Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Harga Jagung Tinggi, Dinas Pertanian Deliserdang Siap Jadi Jembatan Solusi Petani–Peternak

92
×

Harga Jagung Tinggi, Dinas Pertanian Deliserdang Siap Jadi Jembatan Solusi Petani–Peternak

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang mendorong agar petani dan peternak bergandeng tangan mencari solusi bersama demi menjaga stabilitas harga jagung dan pakan ternak, sekaligus menekan lonjakan harga telur di pasaran.

SNU//Pantai Labu – Kelangkaan dan tingginya harga jagung kembali menjadi sorotan serius di Sumatera Utara. 

Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang mendorong agar petani dan peternak bergandeng tangan mencari solusi bersama demi menjaga stabilitas harga jagung dan pakan ternak, sekaligus menekan lonjakan harga telur di pasaran.

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Deliserdang, Abdul Latif Saragih, SP, MSi, mewakili Kepala Dinas Pertanian Deliserdang Elinasari Nasution, SP, MM, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk

“Penguatan Akses Jagung Untuk Stabilisasi Harga Jagung dan Telur serta Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara” di Gedung Yayasan Nava Dhamasekha, Minggu (21/12).

“Untuk mengatasi tingginya harga dan kelangkaan pasokan jagung, harus ada kesepakatan bersama antara petani dan peternak. Keduanya harus bergandeng tangan mencari win-win solution. Dinas Pertanian Deliserdang siap menjembatani,” tegasnya.

Produksi Jagung Sumut Menurun, Bulog: Penyerapan Masih Rendah

Manager Pengadaan Kanwil Perum Bulog Sumut, Rusli, SE, mengungkapkan produksi dan serapan jagung di Sumatera Utara mengalami penurunan signifikan. Dari target 80 ribu ton, hanya sekitar 2.000 ton yang berhasil terserap.

“Masih banyak pasokan jagung dari luar Sumut. Penyaluran jagung SPHP diharapkan bisa membantu kebutuhan pakan ternak, meski proses pengajuan tetap harus berjenjang,” jelasnya.

Fungsional Pengawas Bibit Ternak Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Ir. Arsat Indarto, S.Pt, menegaskan pihaknya siap membantu proses pengajuan SPHP, namun tetap mengikuti prosedur pendataan yang berlaku.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Deliserdang, Refli Sofyan Siregar, S.Pt.,M.Pt, menyebut kurangnya pasokan jagung ikut memicu inflasi daerah. Telur ayam menjadi penyumbang inflasi tertinggi disusul daging ayam broiler.

Peternak Mengeluh, Harga Jagung Tembus Rp7.800 per Kg

Pengurus Pinsar Petelur Nasional (PPN) Sumut, drh. Hasan Al Aslam, menyebut harga jagung saat ini berada di kisaran Rp7.700 – Rp7.800/kg. Jika terus berlanjut, peternak terpaksa mengurangi populasi ayam yang akhirnya berdampak pada ketersediaan telur.

“Permintaan telur saat ini tinggi karena program MBG dan bantuan bencana. Bila kondisi ini tak diperhatikan, harga telur bisa tak terkendali,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua ASPEGASS Deliserdang, Seng Guan, yang menilai selain mahal, pasokan jagung juga tidak mencukupi dan sangat mempengaruhi keberlangsungan peternak.

“Jagung SPHP memang membantu, tapi dampaknya belum terasa maksimal. Masih banyak peternak yang belum mendapatkannya,” tegasnya.

FGD tersebut diharapkan mampu:

Memperkuat akses peternak terhadap jagung pakan yang terjangkau dan tepat sasaran

Menekan inflasi sektor pangan

Mendorong kebijakan sinergi pemerintah pusat, daerah, BUMN pangan, dan asosiasi

mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor jagung dan peternakan

Mengatasi persoalan distribusi, tata niaga, dan produksi jagung dari hulu hingga hilir.

Kegiatan ini turut dihadiri para pemangku kepentingan sektor pertanian, peternakan, Bulog, hingga asosiasi peternak. (Rizky)

banner
Example 120x600