Sumatra Utara//secondnewsupdate.co.id– Pemulihan pascabanjir bandang dan longsor tidak berhenti ketika air surut dan akses jalan kembali terbuka.
Pada fase pascatanggap darurat, masyarakat kerap menghadapi persoalan kesehatan yang berkelanjutan, mulai dari keluhan fisik, terputusnya kontrol penyakit kronis, hingga tekanan psikologis yang berdampak pada fungsi keluarga, pendidikan, dan aktivitas kerja.
Merespons kondisi tersebut, jejaring relawan bersama Leo Clubs MD 307 Indonesia melaksanakan pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental secara mandiri bagi masyarakat terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera.
Pendampingan dirancang untuk memperkuat kapasitas warga melalui beberapa fokus utama, yakni mengenali tanda bahaya fisik dan psikologis secara dini, melakukan dukungan awal yang aman bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, serta menjaga rutinitas dasar pemulihan seperti tidur cukup, hidrasi, nutrisi, kebersihan, dan penguatan dukungan sosial.
Selain itu, intervensi ini juga mendorong akses rujukan yang tepat bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan warga dengan komorbid.
Kehadiran Leo Clubs dalam misi kemanusiaan ini ditegaskan sebagai gerak kolektif para anggotanya.
Di lapangan, anggota Leo Clubs hadir berdampingan dengan masyarakat terdampak untuk memberikan dukungan langsung, memastikan informasi pemulihan tersampaikan, serta menguatkan solidaritas agar warga tidak menjalani fase pascabencana sendirian.
President Leo Club MD 307 Indonesia, Renaldo Fajar Nugraha Susilo, menegaskan bahwa kerja kemanusiaan harus berbasis kebutuhan nyata dan berdampak terukur.
“Bencana memutus banyak hal sekaligus, mulai dari rutinitas, rasa aman, hingga akses terhadap layanan dasar. Karena itu, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Kami mendorong pendampingan yang membangun kapasitas warga agar mampu pulih dan kembali berfungsi secara mandiri,” ujarnya kepada awak media, Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, Vice President Leo Club MD 307 Indonesia, Louis Valentino Chairus, menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak serta disiplin tata kelola relawan dalam setiap respons kemanusiaan.
“Respons yang baik adalah respons yang terkoordinasi. Kami memastikan kerja lapangan berjalan rapi dengan berjejaring bersama masyarakat lokal, menjaga akuntabilitas, serta menguatkan kesinambungan pendampingan agar manfaatnya tidak terputus setelah kegiatan selesai,” katanya.
Hal senada disampaikan Angeline Chen, selaku MDT (Treasurer) Leo Club MD 307 Indonesia.
Ia memastikan setiap upaya kemanusiaan dikelola secara cermat, efisien, dan berorientasi pada pemulihan jangka menengah hingga panjang, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan serta mampu memperkuat kemandirian komunitas.
Pendampingan ini juga diperkuat oleh tim yang menjalankan fungsi teknis tata kelola dan pengorganisasian. R. Bg. Angelo Basario Marhaenis Manurung, mahasiswa Magister Psikologi Universitas Tarumanagara sekaligus Constitution and By Laws Committee Leo Club MD 307 Indonesia, menekankan pentingnya desain pemulihan kesehatan mental yang dapat dipraktikkan langsung oleh komunitas.
“Pemulihan psikologis yang mandiri berarti warga dibekali keterampilan dasar, seperti menenangkan diri saat stres meningkat, menjaga fungsi harian, serta mengetahui kapan perlu mengakses bantuan lanjutan. Prinsipnya sederhana, aman, manusiawi, dan dapat dilanjutkan setelah pendampingan selesai,” jelasnya.
Joseph Aguslow menambahkan bahwa ketepatan desain operasional sangat menentukan kualitas dampak program.
Menurutnya, dalam situasi pascabencana, hal-hal kecil seperti alur koordinasi, pembagian peran, dan ketepatan dukungan dapat menentukan dampak yang besar.
Aspek komunikasi publik dan penguatan jejaring turut menjadi bagian penting dari keberlanjutan kegiatan.
Melani Putri Saragih Rumahorbo dan Tiarma Simanjuntak berkontribusi dalam komunikasi jejaring lokal maupun di Jakarta, termasuk penguatan arus informasi lintas pihak serta desain visual untuk dokumentasi dan materi komunikasi.
Peran ini memastikan pesan edukasi, capaian kegiatan, dan koordinasi dukungan tersampaikan secara jelas, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental mandiri ini diarahkan menjadi model kerja komunitas yang terstruktur dan berkelanjutan.
Fokus akhirnya adalah mendorong masyarakat untuk kembali berfungsi lebih sehat secara fisik, lebih stabil secara psikologis, serta memiliki kemampuan mengambil keputusan kesehatan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam semangat “We Serve”, Leo Clubs MD 307 Indonesia hadir bersama masyarakat terdampak melalui kerja kolektif para anggota yang bergerak, mendampingi, dan menguatkan proses pemulihan pascabencana. (TS/Megy)















