Cimahi//secondnewsupdate.co.id– Kondisi halaman SD Mandiri I Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi, menuai keluhan keras dari orang tua murid.
Pasalnya, halaman sekolah tersebut hingga kini masih dipenuhi tumpukan rongsokan material bangunan, bekas renovasi bangunan Mandiri I Leuwigajah.
Mulai dari gelondongan kayu bekas hingga puluhan genteng hasil bongkaran renovasi tersebut.
Keberadaan material tersebut dinilai membahayakan keselamatan siswa dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Salah seorang orang tua murid, Zulkipli, warga Jalan Sadarmanah Gang Swadaya RT 01 RW 05 Kelurahan Leuwigajah, membenarkan kondisi tersebut.

Ia mengaku khawatir karena anaknya juga bersekolah di SD Mandiri I.
“Betul sekali, barang-barang rongsokan itu berserakan di halaman sekolah. Bukan cuma saya yang khawatir, hampir semua orang tua murid juga merasa tidak nyaman dan takut membahayakan anak-anak,” ujar Zulkipli, Rabu (14/1/2025).
Menurutnya, kekhawatiran orang tua semakin besar karena banyak kayu bekas yang masih terdapat paku menancap, sehingga berpotensi melukai siswa saat bermain atau beraktivitas di luar kelas.
“Semua orang tua murid mengeluh. Kayu-kayu dan genteng itu kenapa tidak segera diangkut? Takutnya anak-anak terkena paku atau tertimpa material,” keluhnya.
Zulkipli juga mempertanyakan alasan material bangunan tersebut dibiarkan menumpuk di halaman sekolah dalam waktu lama, padahal renovasi gedung sekolah telah selesai.
“Sejak pembangunan sampai sekarang sekolah sudah beres, tapi rongsokannya tidak juga dipindahkan. Kenapa tidak disimpan di gudang yang lebih aman?” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, lanjut Zulkipli, para siswa bahkan kesulitan melaksanakan kegiatan olahraga dan upacara bendera setiap hari Senin.
“Anak-anak tidak bisa olahraga dan upacara karena lapangan tertutup tumpukan kayu dan genteng,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Edi Setiawan, Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Leuwigajah. Ia menyebut material tersebut merupakan sisa renovasi gedung SD Mandiri I yang hingga kini belum ditangani.

“Genteng dan kayu bekas renovasi masih berserakan di halaman sekolah. Jelas ini mengganggu aktivitas olahraga dan kegiatan siswa,” jelas Edi.
Selain berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak, Edi menilai kondisi tersebut juga membuat lingkungan sekolah tampak kumuh dan tidak layak.
“Sekolah jadi kelihatan tidak elok dipandang. Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Kalau sampai terjadi kecelakaan, siapa yang akan bertanggung jawab?” tegasnya.
Edi berharap Dinas Pendidikan Kota Cimahi segera turun tangan dan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi bahaya tersebut demi kenyamanan dan keselamatan siswa.
Bahkan menurut sumber lainnya dibatas sampai hari Sabtu (17/1/2026), warga akan memindahkan barang tersebut secara paksa. (Bagdja)















