Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaKesehatanPeristiwaRagam Daerah

Ironi RS Limbangan: Telan Puluhan Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Jadi “Monumen” Mati

191
×

Ironi RS Limbangan: Telan Puluhan Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Jadi “Monumen” Mati

Sebarkan artikel ini
Gedung RS Limbangan yang terbengkalai dan tidak terurus, yang menyerap anggaran puluhan Milyar

Garut//secondnewsupdate.co.id –Harapan warga Garut Utara untuk memiliki fasilitas kesehatan mewah nampaknya masih harus tertunda. 

Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Limbangan yang berlokasi di Desa Limbangan Timur, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, hingga kini masih terbengkalai dan belum menunjukkan tanda-tanda operasional.

Example 300x600

​Meski telah menyedot anggaran daerah hingga puluhan miliar rupiah, bangunan megah tersebut kini hanya berdiri tanpa aktivitas pelayanan medis. 

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari warga setempat yang sudah bertahun-tahun menantikan akses kesehatan lebih dekat.

​Fasilitas Kosong dan Tak Terurus

​Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan RS Limbangan memang sudah berdiri tegak. Namun, di balik dinding betonnya, sarana prasarana penunjang terlihat masih sangat minim. 

Tidak ada hiruk-pikuk tenaga medis maupun pasien, hanya kekosongan yang terlihat di area kompleks rumah sakit tersebut.

​”Sudah bertahun-tahun dibangun, tapi sampai sekarang belum bisa dipakai. Padahal anggarannya tidak sedikit,” keluh salah seorang warga Limbangan yang enggan disebutkan namanya. Rabu (21/1/2026).

​Warga mengaku kecewa karena untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan, mereka harus menempuh jarak yang jauh ke luar wilayah Limbangan, yang tentu memakan waktu dan biaya lebih besar.

​Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pembangunan RS Limbangan dilakukan secara bertahap menggunakan dana APBD dengan total nilai puluhan miliar rupiah. 

Sayangnya, investasi besar ini belum membuahkan hasil nyata. Kabarnya, rumah sakit tersebut belum memenuhi syarat operasional dasar, mulai dari:

Kelengkapan Alat Kesehatan (Alkes) yang masih nihil.

Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga medis yang belum disiapkan.

Izin Operasional yang disinyalir masih terkendala.

​Mangkraknya proyek ini tidak hanya dipandang sebagai kegagalan administratif, tetapi juga dianggap merugikan keuangan daerah secara nyata.

Mengingat populasi penduduk di wilayah Limbangan dan sekitarnya yang sangat besar, kehadiran RS ini sebenarnya sangat mendesak.

​Tokoh masyarakat setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera memberikan kejelasan dan melakukan evaluasi menyeluruh.

​”Kami minta ada kejelasan. Kalau ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai bangunan ini rusak sebelum sempat dimanfaatkan,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

​Menanti Langkah Tegas Pemkab Garut

​Publik kini mendesak adanya transparansi penggunaan anggaran dalam proyek ini.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret—bukan sekadar janji—untuk melengkapi izin, alat medis, dan tenaga kesehatan agar RS Limbangan tidak menjadi “simbol kegagalan” pembangunan di Kabupaten Garut.

​Tanpa langkah nyata, gedung puluhan miliar tersebut terancam rusak dimakan waktu tanpa pernah memberikan manfaat satu pun bagi kesehatan warga. (Agung)

Example 120x600