Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRagam Daerah

Gebrakan Bupati Garut: Dorong UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis

185
×

Gebrakan Bupati Garut: Dorong UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, secara resmi meluncurkan Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat sebagai penyuplai program tersebut di Pabrik PT Mandala 525 (MDL 525), Tarogong Kidul, Rabu (21/1/2026).

Kabupaten Garut//secondnewsupdate.co.id –Pemerintah Kabupaten Garut mulai tancap gas dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi meluncurkan Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat sebagai penyuplai program tersebut di Pabrik PT Mandala 525 (MDL 525), Tarogong Kidul, Rabu (21/1/2026).

Example 300x600

​Langkah ini dinilai sebagai strategi komprehensif untuk menaikkan kelas pelaku usaha kecil di Garut.

Melalui program ini, UMKM tidak hanya diberi kesempatan pasar, tetapi juga didampingi dalam hal ketersediaan bahan baku, standardisasi produksi, hingga jaminan keamanan pangan.

​Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan komitmennya agar manfaat ekonomi dari program MBG dirasakan langsung oleh warga Garut. 

Ia berencana mengirimkan surat rekomendasi resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar memprioritaskan UMKM lokal dalam rantai pasok.

​”Kami ingin memastikan pelaku UMKM dibantu mengatasi kendala klasik, mulai dari bahan baku hingga proses produksi yang memenuhi syarat keamanan pangan. Tujuannya agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dalam jangka panjang,” ujar Bupati.

​Ia menambahkan, keterlibatan UMKM lokal sangat bergantung pada peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Jika diberikan kesempatan dan keterbukaan informasi, SPPG dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Garut,” jelasnya.

​Selain pemberdayaan UMKM, Bupati Syakur juga menyoroti potensi besar Kabupaten Garut dalam menekan angka impor kedelai nasional yang mencapai 2,6 juta ton per tahun.

Menurutnya, lahan di Garut memiliki kecocokan luar biasa untuk budidaya kedelai sebagai bahan baku pangan bergizi.

​”Kedelai adalah komoditas vital. Kami akan memikirkan integrasi dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan bahan baku, penerapan teknologi pertanian, hingga akses permodalan bagi petani dan pelaku usaha,” ungkapnya optimis

​Kesiapan ini disambut baik oleh sektor industri. Pimpinan PT Mandala 525 (MDL 525), Haris Kalicman, menyatakan bahwa teknologi yang dimiliki pabriknya mampu menjamin kualitas kedelai lokal setara dengan produk impor.

​”Kualitas lokal tidak kalah dengan impor. Di MDL 525, kami menjamin standar kualitas melalui teknologi yang memadai, izin BPOM, serta sertifikasi lengkap. Kami siap mendukung kapasitas produksi yang dibutuhkan program ini,” tegas Haris.

​Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Garut, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi berkualitas dari hasil bumi sendiri. (Agung/Asan)

Example 120x600