Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Lingkungan HidupPeristiwaRagam Daerah

BNPB Siapkan Hunian Sementara hingga Relokasi Permanen bagi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

73
×

BNPB Siapkan Hunian Sementara hingga Relokasi Permanen bagi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

Sebarkan artikel ini
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menyiapkan skema penanganan lanjutan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kabupaten Bandung Barat// secondnewsupdate.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menyiapkan skema penanganan lanjutan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah ini dilakukan agar para penyintas tidak terlalu lama bertahan di lokasi pengungsian dan segera mendapatkan kepastian tempat tinggal yang lebih layak.

Example 300x600

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, para pengungsi akan mulai dipindahkan dari lokasi pengungsian menuju hunian sementara (huntara) atau tinggal di rumah kerabat dengan dukungan dana tunggu hunian dari pemerintah.

“Kami tidak ingin masyarakat terlalu lama berada di pengungsian. Dalam satu sampai dua hari ini mereka akan dipindahkan,” ujar Suharyanto saat meninjau langsung lokasi bencana di Pasirlangu, Sabtu (31/1/2026).

Berdasarkan data posko tanggap darurat, hingga Selasa (26/1/2026) pukul 19.30 WIB, tercatat sebanyak 564 jiwa dari 186 kepala keluarga (KK) masih mengungsi di Aula Desa dan GOR Desa Pasirlangu. 

Para pengungsi saat ini masih bergantung pada bantuan logistik dan fasilitas darurat yang disediakan pemerintah daerah dan relawan.

BNPB memberikan dua skema penanganan hunian bagi warga terdampak. Bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah sanak keluarga, pemerintah menyiapkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per KK per bulan, yang akan diberikan hingga rumah permanen selesai dibangun.

Sementara itu, bagi warga yang tidak memiliki alternatif tempat tinggal, pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) dengan estimasi biaya Rp25 hingga Rp30 juta per unit.

Huntara ini dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan aman sebelum proses relokasi permanen dilakukan.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian permanen melalui skema relokasi ke kawasan yang dinilai lebih aman dari ancaman bencana. 

Setiap unit rumah permanen akan mendapatkan bantuan sebesar Rp60 juta. Saat ini tercatat 48 rumah mengalami rusak berat dan harus dibangun kembali, dengan kemungkinan jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring pendataan lanjutan di lapangan.

Langkah cepat yang dilakukan BNPB bersama pemerintah daerah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak, sekaligus memberikan kepastian hunian yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat Pasirlangu pascabencana. (Lalas)

Example 120x600