Kabupaten Garut// secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah Garut bagian Selatan, meliputi Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy, dan Cibalong, pada Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan agar program pembangunan jalan daerah selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat.
Bupati Garut menegaskan bahwa pengecekan tersebut menjadi langkah penting dalam mematangkan perencanaan pembangunan, khususnya agar anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dapat terintegrasi dengan program pembangunan infrastruktur nasional.
“Saya berharap masyarakat bisa sabar dengan segala prosesnya, dan segala persiapan yang matang supaya kegiatan itu benar-benar terkoordinir dan juga memberikan manfaat yang panjang,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Tantangan Jalan Sempit, Bupati Harapkan Dukungan Warga
Dalam peninjauannya, Bupati Garut mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama pembangunan jalan di wilayah selatan adalah kondisi ruas jalan yang relatif sempit.
Oleh karena itu, ia secara khusus meminta dukungan serta kerelaan masyarakat apabila proses pembangunan memerlukan pelebaran jalan yang berdampak pada lahan milik warga.
“Sejatinya harus ada pengorbanan dari semua pihak. Kami berharap ketika ada jalan-jalan yang relatif sempit dan ingin diperlebar, masyarakat bisa merelakan lahan tanah miliknya untuk digunakan sebagai jalan umum,” katanya.
Kunjungi Puskesmas Banjarwangi, Tekankan Peningkatan Pelayanan
Selain memantau infrastruktur jalan, Bupati Garut juga menyempatkan diri mengunjungi Puskesmas Banjarwangi.
Ia mengapresiasi kondisi bangunan dan fasilitas fisik yang dinilai sudah baik, namun tetap mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya lihat sudah ada pembangunan fisik yang bagus, tinggal pelayanan ditingkatkan dan juga terutama kesadaran masyarakat untuk selalu memeriksa kesehatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa terdapat tiga ruas jalan prioritas sepanjang jalur Pamegatan hingga Cibalong yang menjadi fokus penanganan.
Ketiga ruas tersebut meliputi:
Ruas Pamegatan – Singajaya sepanjang 23 kilometer, dengan fokus penanganan titik longsor, perbaikan tembok penahan tanah (TPT), serta pelebaran bahu jalan.
Ruas Singajaya – Toblong sepanjang 10 kilometer, yang saat ini masih dalam tahap pengajuan.
Ruas Toblong – Simpang sepanjang 13 kilometer, juga masih dalam proses pengajuan.
“Kita melakukan berbagai persiapan, termasuk memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh Kementerian PU dalam rangka pengajuan program IJD atau Infrastruktur Jalan Daerah,” jelas Agus.
Dinas PUPR Kabupaten Garut menargetkan realisasi penuh perbaikan infrastruktur jalan tersebut pada tahun 2027. Saat ini, persiapan teknis terus dilakukan, termasuk perbaikan saluran drainase serta mitigasi bencana di titik-titik rawan longsor.
“Yang tidak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur penunjang lainnya, agar wilayah tersebut terbebas dari bencana serta saluran air dapat berfungsi optimal,” pungkas Agus. (Asan)
















