Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumInformatikaKriminalRagam Daerah

Jalan Soreang dan Majalaya Jadi Arena Balap Liar, Kucing-kucingan Dengan Polisi, Tegaskan Tak Akan Pandang Bulu

515
×

Jalan Soreang dan Majalaya Jadi Arena Balap Liar, Kucing-kucingan Dengan Polisi, Tegaskan Tak Akan Pandang Bulu

Sebarkan artikel ini
Para pembalap liar konvoi melihat situasi aman atau tidaknya dari kejaran polisi, mereka akan beraksi (Foto : Apih Igun Ruhiyat)

Soreang Kab Bandung// secondnewsupdate.co.id – Sejumlah ruas jalan dengan kondisi mulus di wilayah Kabupaten Bandung kerap dimanfaatkan oleh para pelaku balapan liar. 

Jalan Baru Majalaya dan Jalan Jenderal Sudirman di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, menjadi lokasi favorit aksi balap ilegal yang meresahkan masyarakat.

Example 300x600

Selain digunakan sebagai lokasi ngabuburit oleh warga, jalan tersebut juga sering dijadikan arena adu kecepatan, terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa dan pagi hari setelah salat Subuh. Kamis (26/2/2026).

Para pembalap liar sambil ngabuburit di bulan puasa, mereka menunggu rekan-rekannya masuk kekalangan sirkuit jalan mulus dimanfaatkan untuk atraksi balap liarnya. (Foto : Apih Igun Ruhiyat)

Di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Sadu, jalan selebar sekitar 12 meter itu menjadi trek favorit para pembalap liar. Kondisi jalan yang lebar dan mulus diduga menjadi alasan utama para pelaku memilih lokasi tersebut.

Nanang, warga Lembur Picung RW 17, Desa Soreang, mengatakan aksi balapan liar kerap menarik perhatian masyarakat sekitar. Menurutnya, para pembalap semakin berani ketika banyak penonton yang menyaksikan.

“Makanya kalau sore atau pagi hari seusai salat Subuh suka ada balapan liar di Jalan Sudirman. Rupanya pembalap itu senang melakukannya karena jalannya mulus. Apalagi kalau banyak penontonnya, pembalap semakin kegirangan ikut balapannya,” ujar Nanang.

Ia juga menambahkan, aksi balap liar tersebut sering berlangsung seperti permainan kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. 

Saat polisi datang melakukan patroli, para pembalap langsung membubarkan diri.

“Ketika polisi datang patroli, mereka langsung kabur tancap gas menghindari razia karena takut kena tilang,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Soreang, Kompol Peng, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku balapan liar karena dinilai membahayakan keselamatan dan meresahkan masyarakat.

“Mereka itu meresahkan dan mengganggu pengguna jalan lain. Jadi kami akan tindak tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan masyarakat, aksi balap liar kerap berpindah-pindah dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari petugas.

Menurutnya, setiap pelaku yang tertangkap akan diberikan pembinaan, serta dilakukan pemeriksaan kendaraan. 

Para pembalap liar tancap gas kocar kacir saat dipergoki pihak aparat kepolisian dari Polsek Soreang (Foto : Apih Igun Ruhiyat)

Jika ditemukan pelanggaran seperti tidak memiliki surat-surat kendaraan atau tidak menggunakan helm, maka akan dikenakan sanksi tilang sesuai aturan yang berlaku.

“Selain itu, yang berada di lokasi balapan liar juga akan kami bubarkan karena kerumunan penonton justru memicu para pelaku untuk kembali beraksi,” pungkasnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas balapan liar, guna mencegah terjadinya kecelakaan dan menjaga ketertiban di jalan raya. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600