Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaKesehatanRagam Daerah

Campak Mengintai Cimahi! 155 Suspek Ditemukan, Mayoritas Belum Imunisasi

976
×

Campak Mengintai Cimahi! 155 Suspek Ditemukan, Mayoritas Belum Imunisasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, Tercatat sebanyak 155 kasus suspek terdeteksi, namun hanya 16 orang yang dipastikan positif setelah melalui uji laboratorium.

Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya ratusan kasus dugaan campak. 

Tercatat sebanyak 155 kasus suspek terdeteksi, namun hanya 16 orang yang dipastikan positif setelah melalui uji laboratorium.

Example 300x600

Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, mengungkapkan bahwa data tersebut berasal dari laporan sejumlah rumah sakit di wilayah Kota Cimahi. Ia menegaskan, pasien yang tercatat tidak seluruhnya warga Cimahi, melainkan juga berasal dari luar daerah yang menjalani perawatan di kota tersebut.

“Dari 155 suspek, yang sudah terkonfirmasi positif ada 16 orang. Tapi itu bukan hanya warga Cimahi, ada juga pasien dari luar daerah. Saat ini semuanya sudah sembuh,” ujar Mulyati.

Fakta mencengangkan terungkap dari hasil penelusuran kasus. Dari 16 pasien positif, sebanyak 15 orang diketahui belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (Measles-Rubella).

Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinkes Cimahi. Mulyati menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran campak, terutama pada anak-anak.

“Sebagian besar yang terpapar ternyata belum diimunisasi. Ini yang jadi perhatian kita bersama. Orang tua harus memastikan anaknya mendapat vaksin MR,” tegasnya.

Ia menjelaskan, imunisasi campak diberikan dalam beberapa tahap, dimulai saat bayi berusia 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia 18 bulan, serta usia 5 hingga 7 tahun melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Meski demikian, capaian imunisasi di Kota Cimahi terbilang tinggi, pada tahun 2025, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) telah melampaui angka 95 persen. Layanan imunisasi pun tersedia luas, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga praktik bidan mandiri.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan. Campak diketahui menyebar melalui droplet atau percikan saat batuk dan bersin.

“Biasakan menutup mulut saat batuk, rajin mencuci tangan, serta hindari kontak dengan orang yang mengalami gejala demam dan ruam. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” tambahnya.

Sebagai informasi, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dalam famili Paramyxoviridae. 

Penyakit ini sangat mudah menyebar, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh.

Dinkes Cimahi pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada, meski sebagian besar pasien telah dinyatakan sembuh. 

Langkah pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci utama agar kasus serupa tidak kembali melonjak. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600