Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam DaerahSejarah

Peringati Hari Kartini, Wabup Tangerang Ajak ASN Berani Laporkan Pelecehan Seksual

510
×

Peringati Hari Kartini, Wabup Tangerang Ajak ASN Berani Laporkan Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini
Peringati Hari Kartini, Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah ajak ASN berani laporkan pelecehan seksual

Kab Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berani melapor apabila mengalami maupun mengetahui tindakan pelecehan seksual di lingkungan kerja.

Hal itu disampaikan Intan saat membuka seminar bertema Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang dalam rangka peringatan Hari Kartini 2026, di Aula Kantor DP3A, Senin (4/5/2026).

Example 300x600

Dalam sambutannya, Intan menegaskan persoalan pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan sekadar masalah personal, tetapi menyangkut budaya organisasi, relasi kuasa, hingga tata kelola kelembagaan.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah (kanan) memberikan Cindera mata kepada salah satu narasumber

Menurutnya, lingkungan kerja yang aman menjadi fondasi penting bagi terwujudnya birokrasi yang profesional dan berintegritas.

“Lingkungan kerja yang aman adalah prasyarat utama bagi birokrasi yang profesional. Jika rasa aman tidak terpenuhi, bukan hanya individu yang terdampak, tetapi juga kinerja organisasi dan kepercayaan publik,” ujar Intan.

Ia mengaku prihatin terhadap potensi terjadinya pelecehan seksual di lingkungan pemerintahan.

Karena itu, Pemkab Tangerang menegaskan komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan, baik verbal maupun nonverbal.

“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang menjadi korban pelecehan. Sekecil apa pun bentuknya, baik ucapan, candaan yang merendahkan, maupun tindakan lain, tetap tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Intan secara khusus mendorong ASN perempuan agar tidak takut menyuarakan pengalaman atau melaporkan kasus yang terjadi.
“Jangan takut untuk speak up.

Saat ini salah satu pimpinan di Kabupaten Tangerang adalah perempuan. Saya pastikan akan berdiri membela korban jika itu benar terjadi,” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan dampak kekerasan seksual tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis berkepanjangan.

Karena itu, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan fasilitas pendukung berupa layanan trauma healing bagi korban kekerasan sosial.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang sedang menyiapkan fasilitas pendukung seperti layanan trauma healing untuk korban,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan upaya pencegahan dan penanganan pelecehan seksual harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan sistem, peningkatan kesadaran, serta kolaborasi lintas sektor.

Kehadiran Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah disambut para ASN

“Seminar ini merupakan langkah nyata memperkuat reformasi birokrasi yang berorientasi pada perlindungan, profesionalitas, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan pemahaman terkait aspek hukum, mekanisme pelaporan, hingga pendampingan psikologis bagi korban.

“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja ASN yang bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual, serta menjunjung nilai keadilan dan kesetaraan gender,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Polresta Tangerang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, serta peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tangerang. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600