Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaEkonomiInformatikaRagam Daerah

Pemkab Garut Salurkan Bantuan Pertanian 2026, Bupati Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

113
×

Pemkab Garut Salurkan Bantuan Pertanian 2026, Bupati Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, menegaskan sektor pertanian memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, sektor pertanian memberikan kontribusi penting bagi ekonomi Kabupaten Garut, sekaligus menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Garut menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung sektor pertanian pada 2026, mulai dari irigasi perpompaan, pemeliharaan jaringan irigasi tersier, hingga optimalisasi lahan pertanian.

Program tersebut disosialisasikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam kegiatan Sosialisasi Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (7/5/2026).

Example 300x600

Dalam sambutannya, Syakur menegaskan sektor pertanian memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, sektor pertanian memberikan kontribusi penting bagi ekonomi Kabupaten Garut, sekaligus menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat.

“Peranan sektor pertanian semakin penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Garut. Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan nasional melalui swasembada pangan,” ujar Syakur.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Garut menghadirkan sejumlah kebijakan strategis untuk membantu petani, di antaranya program pupuk murah guna menekan biaya produksi serta penyediaan asuransi pertanian.

Kebijakan ini dinilai penting untuk mengantisipasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim, termasuk dampak fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan keterbatasan pasokan air.

“Kita harus menyiapkan berbagai alat yang dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan air. Saya ingin irigasi dan pompa air dimanfaatkan secara maksimal agar produktivitas pertanian semakin meningkat,” tegasnya.

Syakur juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar menjaga sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah dengan penuh tanggung jawab.

“Tolong jaga kepercayaan dan amanah yang diberikan Kementerian Pertanian RI. Pompa air harus dijaga, jangan sampai rusak apalagi hilang. Ini bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, memaparkan sejumlah bantuan yang akan digulirkan pada 2026 untuk mendukung penguatan sektor pertanian.

Adapun rincian bantuan tersebut meliputi:

Irigasi Perpompaan sebanyak 200 unit dengan nilai sekitar Rp155,7 juta per unit untuk 54 kelompok tani;

Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier sebanyak 212 unit senilai Rp100 juta per unit, dengan 10 kelompok tani siap menandatangani kontrak;

Optimalisasi Lahan seluas 717 hektare dengan alokasi Rp4,4 juta per hektare;

Program Cetak Sawah Baru seluas 100 hektare, dengan 20 hektare telah terverifikasi.

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan transparan, Dinas Pertanian Garut menggandeng unsur Forkopimda dalam proses pendampingan.

Sejak 2024, seluruh tahapan mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan hingga evaluasi program pertanian mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Garut, Polres Garut, dan Kodim 0611/Garut.

“Pendampingan ini dilakukan agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat dikelola secara akuntabel serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Garut,” ujar Ardhy.

Melalui program bantuan tersebut, Pemkab Garut berharap sektor pertanian semakin kuat, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani dapat terus terdongkrak. (Asan/Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600