Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai sektor pemerintahan, Pemkab Bandung mengambil langkah strategis dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2026 atau Porprov XV Jawa Barat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, hanya cabang olahraga (cabor) yang memiliki peluang besar meraih medali emas yang akan diberangkatkan dan didanai secara penuh pada Porprov Jabar 2026 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadang Supriatna saat menggelar rapat koordinasi bersama 65 cabang olahraga pasca-Babak Kualifikasi (BK) Porprov di Kantor Dispora Kabupaten Bandung, Selasa (12/5/2026).
Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Kang DS itu mengevaluasi hasil Babak Kualifikasi, di mana atlet Kabupaten Bandung berhasil mengoleksi 69 medali emas dan 112 medali perak.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal awal yang cukup positif menuju target ambisius 100 medali emas pada Porprov XV Jawa Barat November 2026.
“Dari 69 emas yang diraih saat BK, ini sudah menjadi angin segar menuju target 100 medali emas. Tetapi kita juga harus realistis dengan kondisi keuangan daerah saat ini,” ujar Dadang.
Ia mengungkapkan, Pemkab Bandung saat ini menghadapi tekanan fiskal cukup berat setelah adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang nilainya hampir mencapai Rp1 triliun.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah melakukan skala prioritas, termasuk dalam pembiayaan kontingen olahraga.
“Mengingat kondisi keuangan sekarang, saya lebih mengedepankan cabor yang memang memiliki target jelas. Minimal setiap cabor yang diberangkatkan harus bisa menyumbang satu medali emas,” tegasnya.
Kebijakan ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap pola pembinaan olahraga selama ini. Menurut Dadang, dukungan anggaran harus berbasis prestasi dan target yang terukur.
Ia menilai, tidak adil jika seluruh cabang olahraga menerima biaya operasional rutin tanpa indikator pencapaian yang jelas.
“Jangan sampai semua cabor menerima bantuan operasional dari KONI, tetapi tidak ada target. Sebaliknya, cabor berprestasi harus mendapatkan penghargaan lebih, termasuk tambahan biaya operasional dan reward,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Bandung kini tengah memformulasikan skema penghargaan atau kadeudeuh bagi atlet berprestasi di Porprov 2026.
Opsi reward yang tengah dibahas tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga kemungkinan paket umrah maupun beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Dadang memastikan semangat meraih prestasi tidak boleh surut.
Pemkab Bandung bersama KONI tetap menargetkan posisi juara umum dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, kebutuhan anggaran kontingen Kabupaten Bandung untuk Porprov 2026 diperkirakan mencapai Rp16 miliar, namun akan dijalankan dengan konsep “paket hemat” menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Walaupun kondisi terbatas, kita tetap harus berpikir bagaimana Kabupaten Bandung bisa tampil maksimal dan meraih juara umum,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Dadang berpesan kepada seluruh atlet agar tetap fokus menjalani latihan, menjaga kondisi fisik, dan mempersiapkan mental menghadapi kompetisi.
“Saya minta semua atlet tetap semangat, disiplin latihan, dan menjaga kesehatan. Target besar hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kekompakan,” pungkasnya. (Apih).
















