Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEntertainmentInformatikaKesehatanPendidikanRagam Daerah

YouTube Terbitkan Digital Wellbeing Guidebook, Langkah Nyata Dukung PP TUNAS dan Lindungi Anak di Ruang Digital

113
×

YouTube Terbitkan Digital Wellbeing Guidebook, Langkah Nyata Dukung PP TUNAS dan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
Platform video terbesar dunia, YouTube, resmi meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai panduan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak beraktivitas di ruang digital.

Jakarta/secondnewsupdate.co.id – Komitmen perlindungan anak di era digital terus diperkuat. Platform video terbesar dunia, YouTube, resmi meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai panduan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak beraktivitas di ruang digital.

Peluncuran buku panduan tersebut menjadi bagian dari dukungan YouTube terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) serta pelaksanaan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026.

Example 300x600

Acara peluncuran yang berlangsung di Garuda Spark, Jakarta Pusat, turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keamanan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Senin (8/6/2026).

Menurut Meutya, saat ini banyak orang tua yang masih membutuhkan panduan konkret untuk mendampingi anak ketika menggunakan media sosial, bermain gim daring, hingga mengakses berbagai layanan digital lainnya.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” ujar Meutya.

Ia menegaskan bahwa tantangan pengasuhan di era modern tidak lagi hanya berada di dunia nyata, tetapi juga merambah ke ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

Kolaborasi YouTube, Komdigi, UI dan RSCM

Digital Wellbeing Guidebook tidak disusun secara sepihak. Buku panduan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, para ahli kesehatan mental anak dan remaja dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Universitas Indonesia, serta sejumlah pakar terkait.

Panduan ini dirancang untuk membantu orang tua dan guru memahami berbagai tantangan yang dihadapi anak di ruang digital, mulai dari penggunaan media sosial, konsumsi konten video, kesehatan mental, hingga pengawasan aktivitas daring secara sehat dan proporsional.

Perwakilan YouTube menyatakan bahwa penerbitan Digital Wellbeing Guidebook merupakan bentuk tanggung jawab platform digital dalam mendukung edukasi keluarga dan memperkuat ekosistem perlindungan anak di Indonesia.

“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” ungkap perwakilan YouTube.

Perlindungan Anak Bukan Membatasi Teknologi

Meutya Hafid menekankan bahwa tujuan utama PP TUNAS dan berbagai program pendukungnya bukan untuk membatasi akses anak terhadap teknologi digital.

Sebaliknya, regulasi tersebut hadir agar anak-anak Indonesia dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, produktif, dan sesuai dengan tahap perkembangan usianya. 

Pemerintah mendorong kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, platform digital hingga masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang lebih ramah anak.

Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook juga menjadi bagian dari inisiatif AKSI Digital yang digagas Google dan YouTube.

Program tersebut turut diintegrasikan dengan pelatihan bagi sekitar 2.500 guru Bimbingan Konseling (BK) guna memperkuat literasi digital dan kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.

Dengan hadirnya panduan ini, pemerintah berharap orang tua tidak lagi merasa sendirian menghadapi tantangan pengasuhan di era digital, sekaligus mampu menjadi pendamping utama bagi anak-anak dalam menjelajahi dunia maya secara aman dan bertanggung jawab. (Megy/Asan/Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600