Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Di tengah ketatnya persaingan antar daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Kota Cimahi menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Berbeda dengan sejumlah wilayah lain yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) sebagai penopang ekonomi, Cimahi justru harus mencari jalan lain untuk memperkuat kemandirian fiskalnya.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Cimahi dituntut lebih kreatif dalam membangun sumber-sumber pendapatan baru.
Salah satu strategi yang dinilai paling realistis adalah mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM), ekonomi kreatif, serta mendorong lahirnya semangat kewirausahaan di berbagai sektor.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah daerah otonom tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tingkat kemandirian fiskalnya. Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, Cimahi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain. Kota seluas sekitar 40 kilometer persegi itu tidak memiliki tambang, perkebunan besar, ataupun sumber daya alam yang dapat menjadi mesin pendapatan utama daerah.
Namun di balik keterbatasan tersebut, Cimahi memiliki modal besar berupa kualitas sumber daya manusia yang terus berkembang.
Bahkan ke depan, potensi sumber daya buatan berbasis teknologi dan inovasi diyakini dapat menjadi kekuatan ekonomi baru.
“Cimahi tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah. Karena itu, kekuatan utamanya ada pada SDM dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Kota Jasa Harus Berani Berinovasi
Sebagai kota jasa yang berada di kawasan strategis Bandung Raya, Cimahi dinilai tidak bisa lagi bergantung pada pola pembangunan konvensional.
Pemerintah daerah harus memiliki pola pikir layaknya seorang entrepreneur yang mampu membaca peluang dan menciptakan nilai ekonomi baru.
Konsep entrepreneurship government atau pemerintahan yang berjiwa wirausaha menjadi salah satu pendekatan yang kini banyak didorong. Model ini menempatkan pemerintah bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator yang mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai sektor mulai dari ekonomi kreatif, UMKM, digitalisasi layanan, hingga industri berbasis inovasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.
Gotong Royong Harus Bangkit Lagi
Selain memperkuat sektor ekonomi, Cimahi juga dihadapkan pada tantangan sosial berupa menurunnya budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Pemerintah Kota Cimahi berupaya menghidupkan kembali semangat swadaya masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang melibatkan warga secara langsung.
Langkah ini dinilai penting karena pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan kota yang mandiri dan berdaya saing.
Pengamat: Jangan Sampai Hanya Jadi Slogan
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha, menilai konsep kewirausahaan pemerintahan merupakan strategi yang paling masuk akal bagi Kota Cimahi dalam menghadapi keterbatasan sumber daya.
Namun ia mengingatkan, tantangan terbesar bukan pada penciptaan program, melainkan menjaga keberlanjutannya.
Menurut Arlan, banyak program kewirausahaan yang awalnya berjalan baik, tetapi kemudian meredup karena minim pendampingan, evaluasi, dan penguatan jangka panjang.
“Masalah utamanya bukan meluncurkan program baru, tetapi bagaimana memastikan program itu terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai keberhasilan konsep kewirausahaan daerah sangat bergantung pada konsistensi pemerintah dalam melakukan pembinaan serta membangun kolaborasi yang kuat dengan masyarakat dan pelaku usaha.
Masa Depan Cimahi Ditentukan Hari Ini
Di usia 25 tahun sebagai kota otonom, Cimahi kini berada di persimpangan penting. Di satu sisi, keterbatasan SDA menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari. Namun di sisi lain, kekuatan SDM, kreativitas, teknologi, dan semangat kewirausahaan membuka peluang besar untuk menciptakan model pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Jika mampu menjaga konsistensi program dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, Cimahi berpotensi menjadi contoh kota jasa modern yang mampu mandiri tanpa bergantung pada kekayaan alam. (Bagdja)
















