Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Lingkungan HidupRagam DaerahTeknologi

Normalisasi Kalimati Ciasin Digencarkan, UPTD SDA Wilayah 6 Tangerang Antisipasi Banjir di Permukiman Desa Laksana

621
×

Normalisasi Kalimati Ciasin Digencarkan, UPTD SDA Wilayah 6 Tangerang Antisipasi Banjir di Permukiman Desa Laksana

Sebarkan artikel ini
Upaya mengatasi potensi banjir akibat meluapnya saluran Kalimati Ciasin terus dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui UPTD Sumber Daya Air (SDA) Wilayah 6. Kegiatan normalisasi dan pengerukan sedimentasi di saluran pembuang Kalimati Ciasin, Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, tengah dikebut guna memperlancar aliran air dan mencegah genangan yang kerap mengancam permukiman warga Desa Laksana.

Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Upaya mengatasi potensi banjir akibat meluapnya saluran Kalimati Ciasin terus dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui UPTD Sumber Daya Air (SDA) Wilayah 6. Kegiatan normalisasi dan pengerukan sedimentasi di saluran pembuang Kalimati Ciasin, Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, tengah dikebut guna memperlancar aliran air dan mencegah genangan yang kerap mengancam permukiman warga Desa Laksana.

Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan lumpur sedimentasi serta pengangkatan sampah yang selama ini menumpuk di dalam saluran. Kondisi saluran yang mengalami pendangkalan dan tersumbat sampah dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas tampung air, terutama saat curah hujan tinggi.

Example 300x600

Normalisasi dilakukan menggunakan alat berat jenis ekskavator amfibi. 

Kegiatan di lapangan diawasi secara teknis oleh Koordinator Lapangan Heryana Saputra, didampingi Fajar Harizal selaku Manteri Operasional, bersama dua pengawas lapangan, Feri Kurniawan dan Agus Setiawan.

Kepala UPTD SDA Wilayah 6, H. Suhanda, menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi dilakukan sepanjang kurang lebih 500 meter pada saluran yang memiliki lebar sekitar lima meter.

“Saluran Kalimati Ciasin ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang cukup tebal. Selain itu, banyak sampah rumah tangga yang masuk ke saluran sehingga menghambat aliran air,” ujar H. Suhanda, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, pengerukan dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar mampu mengalirkan air secara optimal dan meningkatkan kapasitas tampung saat musim penghujan tiba.

“Lumpur sedimentasi yang diangkat tidak dibuang begitu saja. Material tersebut dimanfaatkan sebagai tanggul di sisi kiri dan kanan saluran. Dengan adanya tanggul ini, kami berharap dapat meminimalkan luapan air yang selama ini sering terjadi di kawasan pergudangan Kali Baru maupun permukiman warga Desa Laksana,” tambahnya.

Langkah normalisasi ini mendapat perhatian karena Kalimati Ciasin merupakan salah satu saluran pembuang penting di wilayah Pakuhaji. 

Jika tidak dilakukan pengerukan secara berkala, sedimentasi dan tumpukan sampah berpotensi memperparah risiko banjir yang dapat merugikan masyarakat maupun aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga fungsi drainase dan mengurangi risiko banjir di lingkungan permukiman.

Dengan dilaksanakannya normalisasi Kalimati Ciasin, diharapkan aliran air kembali lancar, kapasitas saluran meningkat, serta ancaman banjir yang selama ini menghantui warga Desa Laksana dan kawasan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600