Garut/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Garut resmi meluncurkan Program Bantuan Keluarga Hebat (BALEBAT) sebagai solusi bagi masyarakat miskin yang selama ini belum tersentuh program bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Program ini menjadi jaring pengaman sosial baru yang diharapkan mampu menutup celah penerima bantuan di Kabupaten Garut.
Peluncuran BALEBAT dilakukan langsung di Pendopo Garut, dan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Garut dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang paling rentan. Selasa (30/6/2026).
Pada tahap awal, sebanyak 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan tunai sebesar Rp2 juta yang disalurkan setiap enam bulan sekali melalui PT Pos Indonesia.
Sasaran utama program ini adalah keluarga miskin kategori Desil 1 yang selama ini belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun bantuan sosial reguler lainnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada masyarakat miskin yang luput dari perlindungan negara.
“Negara harus hadir memberikan jaring pengaman sosial. Program seperti PKH telah memberikan manfaat besar, namun masyarakat miskin tidak cukup hanya dibantu. Mereka juga harus diberdayakan agar mampu keluar dari lingkaran kemiskinan,” tegas Syakur.
Menurutnya, masih banyak warga Garut yang sebenarnya memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan sosial, tetapi belum masuk dalam daftar penerima berbagai program nasional.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dengan jumlah penduduk Kabupaten Garut mencapai sekitar 1,6 juta jiwa, pemerintah menilai masih terdapat kelompok masyarakat pada Desil 1 hingga Desil 5 yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Sebagian di antaranya belum pernah menerima bantuan meskipun dinilai layak.
“Masih banyak orang-orang yang sebenarnya layak mendapatkan bantuan, tetapi belum menerima bantuan sosial. Karena itu Pemerintah Kabupaten Garut menghadirkan Program Keluarga Hebat atau BALEBAT sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang belum terakomodasi,” ujarnya.
Program BALEBAT dirancang bukan sekadar memberikan bantuan tunai, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Garut akan mengintegrasikan para penerima manfaat dengan berbagai program peningkatan keterampilan, pemberdayaan usaha, hingga penguatan ekonomi keluarga agar mereka memiliki kesempatan keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, BALEBAT diharapkan tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian masyarakat sehingga ketergantungan terhadap bantuan sosial dapat dikurangi.
Peluncuran BALEBAT sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis daerah.
Program ini diharapkan mampu memastikan tidak ada warga miskin yang terabaikan hanya karena belum tercakup dalam skema bantuan sosial pemerintah pusat.
Dengan hadirnya BALEBAT, Pemerintah Kabupaten Garut berharap kesejahteraan masyarakat miskin dapat meningkat sekaligus mempersempit kesenjangan sosial di daerah. (Asan)
















