Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam DaerahSosial

Kemarau Melanda Boyolali Utara, Kodim 0724/Boyolali Salurkan Enam Tangki Air Bersih untuk 550 KK di Wonosegoro

115
×

Kemarau Melanda Boyolali Utara, Kodim 0724/Boyolali Salurkan Enam Tangki Air Bersih untuk 550 KK di Wonosegoro

Sebarkan artikel ini
Antrean warga, saat menerima bantuan air bersih dari Kodim 0724/Boyolali bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Boyolali, karena akibat krisis air bersih kini dirasakan ratusan keluarga di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, setelah sejumlah sumur warga dan sumber mata air mengalami penyusutan bahkan mulai mengering. memastikan penyaluran air bersih berlangsung tertib, sekaligus mengawasi agar seluruh air bersih tersalurkan secara merata ke tandon penampungan warga.

Jawa Tengah, Boyolali l secondnewsupdate.co.id – Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Boyolali Utara membawa dampak serius bagi masyarakat.

Krisis air bersih kini dirasakan ratusan keluarga di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, setelah sejumlah sumur warga dan sumber mata air mengalami penyusutan bahkan mulai mengering.

Example 300x600

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan, Kodim 0724/Boyolali bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Boyolali menyalurkan enam tangki air bersih kepada masyarakat pada Selasa (4/8/2026). 

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 550 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Dukuh Bogor Kopen, Dukuh Bogor Krajan, dan Dukuh Tempuran, Desa Bojong.

Penyaluran air bersih ini menjadi langkah cepat untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga November 2026. 

Kehadiran bantuan tersebut disambut antusias warga yang selama beberapa hari terakhir mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Gunawan Nurbathin, menegaskan bahwa bantuan air bersih merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat menghadapi bencana kekeringan.

Menurutnya, TNI tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Selama rakyat membutuhkan, TNI akan terus hadir memberikan yang terbaik,” tegas Gunawan.

Di lapangan, kondisi kekeringan mulai memaksa warga mencari berbagai cara untuk mendapatkan air. 

Salah seorang warga Desa Bojong, Purwantoro, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir banyak sumur milik warga sudah tidak lagi menghasilkan air.

Sebagian masyarakat bahkan harus membeli air bersih dengan biaya tambahan, sementara warga lainnya berusaha menggali dasar sungai yang telah mengering untuk memperoleh sisa cadangan air yang masih bisa dimanfaatkan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Air bersih menjadi kebutuhan utama yang saat ini sangat sulit didapat,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, Kodim 0724/Boyolali juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan memprioritaskan kebutuhan pokok seperti konsumsi, memasak, dan sanitasi.

Sinergi antara TNI dan BPBD diharapkan dapat terus berlanjut selama musim kemarau berlangsung sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Bantuan air bersih tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui TNI dalam membantu warga yang sedang menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem.

Dengan distribusi enam tangki air bersih ini, diharapkan beban ratusan keluarga di Desa Bojong dapat berkurang hingga kondisi sumber air kembali normal setelah musim penghujan tiba. (Agus Kemplu)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600