Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Gaya hidupInformatikaRagam Daerah

HUT RI ke-81, Dedi Mulyadi Sentil Layanan Dasar Jabar: Jangan Ada Rakyat Pulang dari Rumah Sakit Bawa Utang

115
×

HUT RI ke-81, Dedi Mulyadi Sentil Layanan Dasar Jabar: Jangan Ada Rakyat Pulang dari Rumah Sakit Bawa Utang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Dedi menyampaikan pesan keras sekaligus refleksi bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung berbeda tahun ini. 

Untuk pertama kalinya, upacara digelar di halaman Gedung Sate, Bandung, dengan masyarakat diberi ruang lebih dekat menyaksikan rangkaian acara, termasuk pertunjukan defile. Senin (17/8/2026).

Example 300x600

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Dedi menyampaikan pesan keras sekaligus refleksi bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Dedi bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena menurutnya masih terdapat warga yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah akses listrik. Dedi menyebut masih terdapat lebih dari 80.000 warga Jawa Barat yang belum menikmati aliran listrik, padahal provinsi tersebut memiliki sejumlah sumber energi besar, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi.

“Masih ada 80.000 lebih warga yang belum teraliri listrik,” ujar Dedi dalam amanatnya.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat. 

Karena itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengarahkan kebijakan anggaran untuk memperkuat pemenuhan layanan dasar.

Dedi : Jangan Ada Rakyat Berobat Pulang Membawa Utang

Salah satu pesan paling tegas Dedi berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Ia menegaskan tidak boleh ada masyarakat yang justru terlilit utang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit karena keterbatasan ekonomi.

“Tidak boleh ada rakyat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya hutang karena tidak mampu membayar. Tidak boleh ada rakyat yang operasi caesar, KTP ditahan rumah sakit karena tidak mampu bayar,” tegasnya.

Dedi menilai negara harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan mendasar. Menurutnya, kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, serta kehidupan ekonomi yang lebih layak.

Ia pun mengajak seluruh unsur penyelenggara negara, mulai dari TNI, Polri, pengadilan hingga pemerintah daerah, bersama-sama membangun Jawa Barat yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Rela Tunda Fasilitas untuk Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengungkap sejumlah kebijakan yang menurutnya merupakan bentuk pengorbanan pemerintah untuk mengalihkan anggaran kepada kepentingan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah menunda pembelian pakaian baru menggunakan uang negara serta menunda pembelian properti untuk rumah dinas.

Menurut Dedi, langkah tersebut dilakukan agar anggaran negara dapat lebih diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Seluruh penundaan itu untuk mengangkat derajat supaya pendidikan masyarakat Jabar meningkat, minimal 12 tahun. Agar masyarakat Jabar kesehatannya meningkat, ekonomi meningkat, memiliki kesempatan kerja,” katanya.

Dedi juga mengingatkan para penyelenggara negara agar tidak hanya memikirkan peningkatan tunjangan maupun fasilitas pribadi.

“Jangan berpikir kenaikan tunjangan, menuntut fasilitas, padahal sudah besar. Kita harus malu. Harusnya kita membangun rasa adil pada seluruh rakyat,” ujarnya.

Generasi Muda Jadi Perhatian

Tak hanya layanan dasar, Dedi juga menegaskan komitmennya untuk melindungi generasi muda Jawa Barat dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia bertekad memerdekakan generasi muda dari hal-hal yang merusak, termasuk peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan generasi muda Jawa Barat memiliki masa depan yang sehat, produktif dan mampu menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Warga Antusias Masuk Halaman Gedung Sate

Pelaksanaan upacara di halaman Gedung Sate yang memberikan akses lebih terbuka kepada masyarakat mendapat sambutan positif.

Maryam, warga asal Soreang, mengaku terkejut ketika masyarakat diperbolehkan mendekati area panggung tamu untuk menyaksikan defile.

“Biasanya penjagaan ketat, saya kaget pas warga bisa lihat lebih dekat defile,” ujar Maryam.

Bagi Maryam, kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena masyarakat bisa menginjakkan kaki di halaman Gedung Sate yang selama ini aksesnya relatif terbatas.

“Setelah dibuka seperti ini lumayan bangga karena bisa menginjakkan kaki di Gedung Sate sebagai rakyat biasa,” katanya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Tini, warga Pasirkoja. Ia mengaku baru kali ini dapat masuk dan menyaksikan langsung suasana peringatan HUT Kemerdekaan dari dalam halaman Gedung Sate.

“Bangga tahun ini bisa masuk karena sebelumnya berdiri di luar Gedung Sate saja,” ucapnya.

Tini juga senang karena anaknya dapat menyaksikan secara langsung barisan TNI, kepolisian hingga petugas kebersihan yang turut tampil dalam defile.

Lebih dari sekadar menyaksikan upacara, momentum tersebut menjadi pengalaman yang menurutnya menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dirasakan lebih dekat oleh masyarakat.

Bagi Dedi, kemerdekaan pada akhirnya bukan sekadar upacara dan pengibaran bendera.

Kemerdekaan harus hadir dalam bentuk nyata: masyarakat memperoleh listrik, pendidikan yang layak, layanan kesehatan tanpa beban utang, kesempatan kerja, ekonomi yang tumbuh, serta generasi muda yang terlindungi dari ancaman yang merusak masa depan. (Burhan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600