Sumatra Utara, Medan l secondnewsupdate.co.id — Garda Kamtibmas Indonesia bersama Aktivis Kesehatan dan Pemerhati Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) berencana melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumut, Jalu Yuswa Panjang.
Pertemuan tersebut dijadwalkan menjadi momentum silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara elemen masyarakat dan jajaran Ditjenpas Sumut dalam memperkuat pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dalam rencana audiensi tersebut, Aktivis Kesehatan sekaligus Pemerhati Masyarakat Sumut dan Garda Kamtibmas Ditjenpas Sumut, Ridwan Sibarani, bersama Juanda Simanjuntak, dan Erwin, akan menyampaikan sejumlah aspirasi serta masukan kepada jajaran Ditjenpas Sumut.
Sedikitnya terdapat enam poin utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pertama, mendukung amanah Presiden RI terkait program ketahanan pangan, termasuk mendorong keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pembinaan yang produktif dan memiliki manfaat bagi masyarakat.
Kedua, memberikan apresiasi sekaligus menyampaikan saran dan masukan dari lapisan masyarakat agar lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan), khususnya di wilayah Sumut, semakin mampu menjalankan pembinaan WBP yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Ketiga, memberikan dukungan terhadap upaya sterilisasi dan pencegahan praktik ilegal di lingkungan lapas maupun rutan.
Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan evaluasi dan pengawasan secara menyeluruh sesuai dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
Keempat, mendorong kemudahan pelayanan bagi WBP dalam proses pengurusan hak integrasi, termasuk pembebasan bersyarat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kelima, mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam proses pembinaan WBP.
Pembinaan diharapkan mampu membentuk pribadi yang memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, sehingga setelah kembali ke tengah masyarakat, para WBP dapat menjadi pribadi yang berguna, bertanggung jawab, serta mampu memberikan teladan positif bagi keluarga dan lingkungan.
Keenam, perhatian terhadap aspek kesehatan WBP juga menjadi salah satu poin penting yang akan disampaikan.
Pelayanan kesehatan yang layak dinilai menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pembinaan selama WBP menjalani masa hukuman.
Ridwan Sibarani dan rekan-rekannya berharap audiensi tersebut dapat menjadi awal terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang lebih baik antara masyarakat dengan jajaran Ditjenpas Sumut.
“Atas pertemuan ini nantinya diharapkan menjadi silaturahmi yang baik dengan pihak lapas dan rutan wilayah Ditjenpas Sumut. Ke depan, kami juga akan menyosialisasikan enam poin tersebut kepada seluruh lapas dan rutan di wilayah Sumut,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya siap bersinergi dan melakukan sinkronisasi program bersama jajaran Ditjenpas demi mendukung terciptanya pembinaan pemasyarakatan yang humanis, sehat, produktif, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Kami mewakili masyarakat Sumut siap bersinergi dan sinkronisasi demi terwujudnya Sumut sehat dan berjiwa Pancasilais menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (Rizky)
















