Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Kemarau Mengganas, Petani Jagung di Cibatu Garut Terancam Gagal Panen

110
×

Kemarau Mengganas, Petani Jagung di Cibatu Garut Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Garut mulai memukul sektor pertanian. Petani jagung di Kecamatan Cibatu kini harus menghadapi ancaman penurunan hasil panen akibat lahan pertanian yang mengalami kekurangan air.

Jawa Barat, Garut lsecondnewsupdate.co.id – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Garut mulai memukul sektor pertanian. Petani jagung di Kecamatan Cibatu kini harus menghadapi ancaman penurunan hasil panen akibat lahan pertanian yang mengalami kekurangan air.

Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah tanaman jagung yang mulai mengering. Minimnya pasokan air membuat pertumbuhan tanaman tidak berlangsung optimal. 

Example 300x600

Bahkan, tanaman yang masih mampu bertahan hanya menghasilkan tongkol berukuran lebih kecil dibandingkan kondisi normal.

Kekeringan menjadi persoalan serius bagi petani karena tanaman jagung membutuhkan ketersediaan air yang cukup selama masa pertumbuhan.

Sementara itu, curah hujan yang minim membuat kelembapan tanah terus menurun dan lahan pertanian semakin sulit mendapatkan pasokan air.

Sejumlah petani pun terpaksa tetap memanen jagung meski hasil yang diperoleh jauh dari harapan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak terhadap pendapatan mereka.

Pasalnya, biaya produksi seperti pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk hingga perawatan tanaman tetap harus dikeluarkan. Ketika hasil panen menurun, keuntungan petani otomatis ikut tergerus.

“Kami berharap ada bantuan dan solusi untuk masalah air, karena kalau terus kekeringan hasil panen semakin turun,” ujar salah seorang petani di Kecamatan Cibatu.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui instansi terkait segera turun tangan membantu mengatasi persoalan tersebut. 

Bantuan pompanisasi, penyediaan sumber air maupun dukungan sarana produksi pertanian dinilai dapat menjadi langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan tanaman di tengah musim kemarau.

Kondisi kekeringan ini tidak hanya menjadi persoalan ekonomi bagi petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi pangan di daerah. 

Jika berlangsung dalam waktu lama, penurunan produktivitas pertanian dapat semakin meluas dan berdampak terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Karena itu, penanganan cepat dan langkah antisipasi dinilai penting.

Pemerintah diharapkan dapat memperkuat program penyediaan air untuk lahan pertanian, termasuk pompanisasi serta pemanfaatan sumber air yang masih tersedia di wilayah terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, para petani kini hanya bisa berharap hujan segera turun sehingga kondisi tanah kembali mendapatkan kelembapan dan tanaman dapat tumbuh lebih baik.

Mereka juga berharap pemerintah menghadirkan program berkelanjutan untuk menghadapi ancaman kekeringan setiap musim kemarau, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut tidak semakin tertekan. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600