Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Andra Soni Resmikan 7 Daerah Irigasi di Banten, 881 Hektare Sawah Kini Terlayani Air

370
×

Andra Soni Resmikan 7 Daerah Irigasi di Banten, 881 Hektare Sawah Kini Terlayani Air

Sebarkan artikel ini
Masyarakat desa kp.melayu barat dilokasi saluran pembuang cilampe bersama UPTD DAS Cidurian Cisadane saat virtual bersama gubernur Banten .

Banten, Pandeglang l secondnewsupdate.co.id — Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memperkuat ketahanan pangan kembali diwujudkan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur irigasi. 

Gubernur Banten Andra Soni secara resmi meresmikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di empat wilayah sentra lumbung pangan Banten, Rabu (2/9/2026).

Example 300x600

Peresmian dipusatkan di Daerah Irigasi Cisata, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Sementara enam daerah irigasi lainnya mengikuti kegiatan secara virtual dan dihadiri kepala daerah masing-masing.

Tujuh daerah irigasi yang diresmikan tersebut meliputi DI Cisata, DI Cilember, dan DI Cisangu Atas di Kabupaten Pandeglang; DI Cibinuangeun dan DI Cikoncang di Kabupaten Lebak; DI Ciwuni di Kabupaten Serang; serta DI Cilampek di Kabupaten Tangerang.

Secara keseluruhan, penanganan tujuh daerah irigasi tersebut mencapai 6,90 kilometer, dengan cakupan layanan mencapai 881,28 hektare lahan persawahan.

Adapun nilai pekerjaan mencapai Rp48,91 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.

Irigasi Jadi Fondasi Ketahanan Pangan

Andra menegaskan, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur. 

Menurutnya, ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Andra.

Ia menjelaskan, penguatan jaringan irigasi di Banten juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui APBN berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan.

Melalui dukungan tersebut, terdapat 12 daerah irigasi dengan total panjang penanganan mencapai 81,80 kilometer, luas layanan sekitar 9.259 hektare, serta pagu anggaran sebesar Rp471,92 miliar.

Kolaborasi pembiayaan melalui APBD dan APBN tersebut turut mendorong peningkatan cakupan layanan irigasi di Provinsi Banten. Dari sebelumnya sekitar 52,5 persen, kini meningkat menjadi 62,45 persen.

Andra mengatakan, peningkatan layanan irigasi akan terus dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus berikutnya adalah penataan wilayah hulu untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Kalau irigasinya sudah baik, tinggal kita tangani di wilayah hulunya. Sehingga ketika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, stok air ke persawahan tetap mengalir dan petani bisa terus meningkatkan produktivitasnya,” jelasnya.

Target Produktivitas Padi Naik Dua Kali Lipat

Tak berhenti pada pembangunan infrastruktur, Pemprov Banten juga menyiapkan strategi untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

Andra menyampaikan rencana memperluas penerapan Modern Advanced Agricultural System (MAAS) dari Kementerian Pertanian di wilayah Banten.

Melalui modernisasi sistem pertanian tersebut, produktivitas padi ditargetkan meningkat dari sekitar 6 ton menjadi 12 ton per hektare.

Menurut Andra, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan perlindungan lahan pertanian, pembenahan irigasi, penataan wilayah hulu, serta upaya menjaga ketersediaan pupuk dan harga gabah maupun beras.

“Lahan persawahan kita lindungi, saluran irigasi kita perbaiki, wilayah hulu kita tata, harga pupuk dan padi kita jaga, produktivitas kita tingkatkan dan petani akan semakin sejahtera. Itulah komitmen kami,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Banten juga menyerahkan bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Telaga Baru sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas petani.

Petani Rasakan Dampak Perbaikan Irigasi

Perbaikan DI Cisata mendapat sambutan positif dari para petani. Salah seorang anggota Poktan Telaga Baru, Aprudin (55), mengaku kondisi irigasi yang sebelumnya kurang optimal membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama saat musim kemarau.

“Dulu irigasi ini kurang berfungsi, sehingga yang mengalir ke sawah juga sedikit. Kita hanya andalkan air hujan. Kalau airnya bagus bisa panen, tapi kalau kemarau ya gagal,” ungkap Aprudin.

Hal senada disampaikan Ubeh (55), rekan Aprudin. Ia mengatakan, sebelum jaringan irigasi diperbaiki, petani umumnya hanya mampu melakukan dua kali panen dengan hasil maksimal sekitar enam kuintal per petak.

“Kalau sekarang bisa sampai tiga kali panen dengan produktivitas yang lebih baik,” ujarnya.

Poktan Telaga Baru yang beranggotakan 54 petani juga menyatakan kesiapannya mendukung program modernisasi pertanian yang didorong Pemerintah Provinsi Banten.

Dinas PUPR Pastikan Jaringan Terus Diperkuat

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menegaskan pihaknya akan terus memperkuat jaringan irigasi, termasuk melakukan penataan di kawasan hulu.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan irigasi tidak hanya diukur dari terselesaikannya pekerjaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan petani.

“Manfaat pembangunan ini bukan hanya fisiknya, tapi petani harus merasakan air tersedia dapat dialirkan lebih lancar, teratur dan efisien. Kehilangan air akibat saluran dapat ditekan,” kata Arlan.

Dengan perbaikan jaringan irigasi, peningkatan ketersediaan air, modernisasi pertanian, serta penataan wilayah hulu, Pemprov Banten menargetkan sektor pertanian semakin produktif dan mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600