Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumInformatikaPendidikanRagam Daerah

Wali Kota Ngatiyana Groundbreaking SMPN 14 Cimahi, Rp4,2 Miliar Digelontorkan, Lantai 3 Dibidik Rampung 2027

521
×

Wali Kota Ngatiyana Groundbreaking SMPN 14 Cimahi, Rp4,2 Miliar Digelontorkan, Lantai 3 Dibidik Rampung 2027

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi Ngatiyana melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan SMP Negeri 14 Cimahi di Jalan H. Usman Domiri, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kamis (3/9/2026).

Jawa Barat, Cimahi | secondnewsupdate.co.id — Komitmen Pemerintah Kota Cimahi memperkuat sektor pendidikan kembali diwujudkan. 

Wali Kota Cimahi Ngatiyana melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan SMP Negeri 14 Cimahi di Jalan H. Usman Domiri, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kamis (3/9/2026).

Example 300x600

Pembangunan sekolah tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Cimahi dalam memenuhi kebutuhan sarana pendidikan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas belajar yang layak, aman, nyaman, dan berkualitas.

Groundbreaking turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cimahi Dr. Neneng Rahmadini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Nuryana, Anggota DPRD Kota Cimahi Komisi 4:H Bambang Purnomo, Ike Hikmawati, unsur Forkopimda, perwakilan Kapolres Cimahi, perwakilan Dandim 0609, Camat Cimahi Tengah, lurah, Dewan Pendidikan, jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, komite sekolah, Ketua RW, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa pembangunan SMP Negeri 14 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat, terutama bidang pendidikan.

“Ini janji dan komitmen Pemerintah Kota Cimahi. Salah satunya adalah mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Ngatiyana.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah saat ini harus melakukan efisiensi anggaran.

Ia menyebutkan, bangunan SMP Negeri 14 Cimahi sebenarnya direncanakan memiliki tiga lantai. Namun, berdasarkan kemampuan anggaran tahun ini, pembangunan baru dapat direalisasikan hingga dua lantai.

Ngatiyana pun membuka peluang agar pembangunan lantai ketiga dapat dilanjutkan pada 2027 melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kita tidak perlu malu meminta dukungan kepada pemerintah pusat atau provinsi. Yang penting semuanya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Bangun Dua Lantai, Siapkan 10 Ruang Kelas

Berdasarkan laporan pembangunan, proyek SMP Negeri 14 Cimahi tahun anggaran 2026 mencakup pembangunan gedung sekolah dua lantai dengan 10 ruang kelas.

Pembangunan dilaksanakan mulai 27 Juli hingga 31 Desember 2026 dengan sumber pendanaan dari APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2026.

Pemkot Cimahi menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga fasilitas sekolah bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Ngatiyana meminta seluruh pihak ikut mengawasi proses pembangunan, terutama dari sisi kualitas pekerjaan dan kesesuaian dengan spesifikasi teknis.

“Siapa pun kontraktornya, siapa pun pengembangnya, saya minta kualitas dan sesuai spek. Sekali membangun harus untuk jangka panjang,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya prinsip tepat waktu, tepat sasaran, tepat guna, dan tepat mutu dalam setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.

Dikawal Kejari Cimahi

Menariknya, pembangunan SMP Negeri 14 Cimahi juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Kota Cimahi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan dan meminimalisasi potensi persoalan dalam proses pembangunan.

Ngatiyana meminta unsur terkait turut melakukan pengawasan secara bersama-sama.

“Kita awasi bersama. Kalau ada kekurangan, kita ingatkan. Selama ada keterbukaan, insyaallah pembangunan ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga meminta unsur kepolisian dan TNI ikut memperhatikan aspek keamanan selama proses pembangunan berlangsung.

SMPN 14 Jadi Jawaban Persoalan SPMB

Ngatiyana mengatakan pembangunan sekolah negeri baru menjadi bagian dari upaya Pemkot Cimahi menjawab persoalan daya tampung peserta didik yang selama ini muncul dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurutnya, keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani secara bertahap.

Pemkot Cimahi juga tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan sekolah swasta sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di Kota Cimahi.

“Sekolah swasta juga kualitasnya bagus. Kita sama-sama menampung anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, Pemkot Cimahi juga memiliki program bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yang menempuh pendidikan di sekolah swasta.

Cimahi Andalkan Kualitas SDM

Lebih jauh, Ngatiyana menegaskan pendidikan menjadi sektor yang sangat penting bagi Kota Cimahi karena daerah tersebut tidak memiliki sumber daya alam yang besar.

Karena itu, kekuatan utama Cimahi harus dibangun melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Cimahi tidak punya sumber daya alam, tetapi kita memiliki sumber daya manusia. Karena itu pendidikan harus kita kedepankan,” katanya.

Ia berharap keberadaan SMP Negeri 14 nantinya mampu melahirkan generasi muda Cimahi yang memiliki kompetensi, pengetahuan, dan daya saing sehingga mampu berkiprah di berbagai bidang.

SMPN 15 dan SMPN 12 Masuk Rencana Berikutnya

Tidak berhenti pada SMP Negeri 14, Pemkot Cimahi juga menyiapkan pembangunan sekolah lainnya.

Ngatiyana mengungkapkan, pembangunan SMP Negeri 15 di Cibabat direncanakan menjadi agenda berikutnya. Namun, pelaksanaannya masih terkendala persoalan lahan.

Selain itu, Pemkot Cimahi juga tengah mempersiapkan pembangunan SMP Negeri 12 yang masih menghadapi proses pematangan lahan.

“Kalau tidak ada kendala, mudah-mudahan tahun depan kita tetap membangun SMP 15, termasuk SMP 12,” ujarnya.

Untuk SMP Negeri 14, ia berharap pembangunan lantai ketiga dapat dilanjutkan pada 2027 sehingga kapasitas dan fasilitas sekolah semakin lengkap.

Eks Rumah Dinas Disulap Jadi Fasilitas Pendidikan

Lokasi pembangunan SMP Negeri 14 juga memiliki cerita tersendiri. Lahan tersebut sebelumnya merupakan kawasan rumah dinas yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan dan merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pemkot Cimahi kemudian mengupayakan pemanfaatannya untuk kepentingan pendidikan masyarakat.

Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan dukungan sehingga lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

Dengan pembangunan SMP Negeri 14 ini, Pemkot Cimahi berharap persoalan keterbatasan daya tampung sekolah dapat ditekan sekaligus memberikan fasilitas pendidikan yang lebih representatif bagi masyarakat.

Pembangunan pun ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026, dengan pengawasan ketat agar kualitas pekerjaan sesuai standar dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Kota Cimahi.

Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna dalam kesempatan tersebut memaparkan kronologi sekaligus gambaran umum pembangunan sekolah yang diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk memperkuat sarana dan daya tampung pendidikan jenjang SMP di Kota Cimahi.

Nana menjelaskan, pembangunan SMP Negeri 14 Cimahi dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Menurutnya, pembangunan tersebut memiliki sejumlah tujuan utama, yakni menyediakan sarana pendidikan yang layak dan memadai, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat dan kondusif, serta memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan di Kota Cimahi.

“Tujuan pembangunan ini adalah tersedianya sarana pendidikan yang layak dan memadai, terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat dan kondusif, serta terpenuhinya standar sarana dan prasarana pendidikan di Kota Cimahi,” jelas Nana.

Dimulai Sejak 27 Juli 2026

Nana mengungkapkan, meskipun peletakan batu pertama baru dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, proses pembangunan telah berjalan sejak 27 Juli 2026.

Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026, dengan lokasi pembangunan berada di kawasan SMP Negeri 14 Cimahi, Jalan H. Usman Domiri, Kelurahan Padasuka.

Ia menjelaskan, proses pembangunan sebelumnya didahului dengan penataan dan penghapusan aset berupa rumah dinas yang berada di kawasan tersebut. Setelah proses tersebut diselesaikan, pembangunan dapat dilanjutkan pada lahan yang telah dipersiapkan.

“Proses pembangunan ini sebelumnya melalui tahapan penghapusan rumah dinas. Setelah prosesnya selesai, pembangunan kemudian mulai dilaksanakan sejak 27 Juli 2026,” terang Nana.

Bangunan Dua Lantai, Siapkan 10 Ruang Kelas

Dalam proyek pembangunan SMP Negeri 14 Cimahi tahun 2026 tersebut, ruang lingkup pekerjaan mencakup pembangunan gedung sekolah dua lantai dengan total 10 ruang kelas.

Pembangunan dibiayai melalui APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2026.

Keberadaan gedung baru tersebut diharapkan dapat memberikan fasilitas pembelajaran yang lebih representatif sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Padasuka dan sekitarnya.

Nana menegaskan, pembangunan sarana pendidikan tidak sekadar mengejar tersedianya gedung baru, tetapi harus dibarengi dengan pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600