Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Asgar Nusantara Gaungkan Trisilas Prabu Siliwangi, Silih Asah-Silih Asih-Silih Asuh Jadi Fondasi Persaudaraan

109
×

Asgar Nusantara Gaungkan Trisilas Prabu Siliwangi, Silih Asah-Silih Asih-Silih Asuh Jadi Fondasi Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

Bandung, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Paguyuban Asgar Nusantara Ngahiji mengajak masyarakat, khususnya warga Jawa Barat, untuk kembali menghidupkan nilai-nilai luhur warisan budaya Sunda melalui semangat Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.

Tiga nilai yang dikenal sebagai ajaran luhur dalam tradisi masyarakat Sunda tersebut dinilai tetap relevan untuk menjadi landasan dalam membangun persaudaraan, kepedulian sosial, gotong royong, serta kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah perubahan zaman.

Example 300x600

Ketua Umum Asgar Nusantara, H. Hendi Ahmad Hidayat, mengatakan, Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh tidak semestinya hanya menjadi ungkapan yang dikenang sebagai bagian dari masa lalu.

Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman untuk membangun hubungan sosial yang lebih kuat dan saling menghargai.

“Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh bukan sekadar semboyan masa lalu, tetapi merupakan fondasi kokoh untuk mempererat persaudaraan, membangun keadilan sosial, dan memajukan kehidupan bersama,” ujar Hendi.

Memaknai Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh

Hendi menjelaskan, Silih Asah memiliki makna saling mencerdaskan, mengasah kemampuan, serta berbagi ilmu dan wawasan. 

Semangat tersebut mendorong setiap orang untuk terus berkembang tanpa merasa lebih tinggi dibandingkan yang lain.

“Tidak ada yang merasa lebih tinggi, semua tumbuh bersama,” tuturnya.

Sementara Silih Asih merupakan nilai yang menekankan pentingnya saling menyayangi, peduli, dan mengedepankan ketulusan dalam hubungan antarsesama.

Kasih sayang dan empati, lanjutnya, harus diberikan tanpa membedakan asal-usul, kedudukan maupun latar belakang seseorang.

Adapun Silih Asuh mengandung pesan untuk saling menjaga, membimbing, melindungi dan mengayomi.

Nilai tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak membiarkan sesama warga tertinggal, terlantar ataupun terabaikan. 

Mereka yang membutuhkan perlu dibimbing, sementara kelompok yang lemah harus mendapatkan perhatian dan perlindungan.

Asgar Nusantara Berusaha Mengamalkan Nilai Persaudaraan

Hendi menegaskan, nilai-nilai tersebut berusaha diterapkan Paguyuban Asgar Nusantara Ngahiji dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Asgar Nusantara yang menghimpun putra-putri Garut serta masyarakat dari berbagai daerah di Nusantara, menurutnya, berupaya menjadikan semangat Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Asgar Nusantara — yang berhimpun putra-putri Garut dan seluruh Nusantara — menjadikan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh sebagai pedoman hidup sehari-hari. Kami membersihkan lingkungan, merawat tempat ibadah, mempererat silaturahmi, dan saling membantu tanpa pamrih. Itulah wajah persaudaraan sejati,” ungkap Hendi.

Ia menilai, di tengah kehidupan yang semakin cepat dan kompleks, masyarakat membutuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan agar hubungan sosial tidak semakin renggang.

“Di zaman yang serba cepat ini, banyak orang lupa cara bersaudara. Padahal Prabu Siliwangi telah mengajarkan ratusan tahun silam: kekuatan kita bukan pada harta atau jabatan, melainkan pada persatuan hati,” katanya.

Menurut Hendi, apabila masyarakat mampu menghidupkan semangat saling mengasah, mengasihi dan mengasuh, maka nilai persatuan dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera.

“Jika kita saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh, niscaya tanah Sunda dan seluruh Nusantara kembali Gemah Ripah Rempah Loh Jinawi — makmur, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Ajak Pemerintah dan Masyarakat Perkuat Gotong Royong

Melalui semangat tersebut, Asgar Nusantara juga mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen bangsa untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Selain itu, masyarakat didorong untuk menjaga budaya luhur sebagai bagian dari identitas bangsa, memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat kecil, serta menolak berbagai bentuk perpecahan.

Semangat gotong royong dan persaudaraan, kata Hendi, harus kembali menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita jadikan ajaran Prabu Siliwangi itu nyata. Bukan hanya diucap di mulut, tapi dibuktikan dengan perbuatan. Silih asah, silih asih, silih asuh — untuk Nusantara yang lebih baik,” pungkasnya.

Sekjen Paguyuban Asgar Nusantara Ngahiji, Rd. Yadi Suryadi. (Burhan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600