Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Babinsa Danukusuman Kawal Pelatihan Destana, Warga Dibekali Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

111
×

Babinsa Danukusuman Kawal Pelatihan Destana, Warga Dibekali Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
Babinsa Danukusuman Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Tito, turut hadir sekaligus melakukan monitoring jalannya pelatihan.

Surakarta, Jateng | secondnewsupdate.co.id – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat paling bawah. 

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan pelatihan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) yang berlangsung di Pendopo Sanggar Tanggul RT 03 RW 14, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Selasa (22/9/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut diikuti oleh tim Destana dengan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta.

Babinsa Danukusuman Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Tito, turut hadir sekaligus melakukan monitoring jalannya pelatihan.

Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi di lingkungan tempat tinggal.

Sejumlah materi diberikan kepada peserta, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi, langkah mitigasi, peran masyarakat dalam penanganan bencana, hingga prosedur tanggap darurat.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama serta tata cara berkoordinasi dengan berbagai pihak ketika terjadi kondisi darurat.

Menurut Tito, keberadaan relawan Destana memiliki peran strategis karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi.

Karena itu, kemampuan untuk bertindak cepat, tepat dan terkoordinasi menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, khususnya para relawan yang secara aktif mengikuti setiap materi yang diberikan.

“Kami berharap, dengan pelatihan ini, para relawan Destana semakin tangguh dan sigap dalam memberikan bantuan pertama saat bencana terjadi,” ujar Tito.

Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat, BPBD, TNI, pemerintah wilayah dan unsur terkait lainnya perlu terus diperkuat. 

Menurutnya, koordinasi yang baik akan membantu menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu di tingkat kelurahan.

“Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami membangun Desa Sidorejo yang lebih siap dan aman,” tuturnya.

Namun, berdasarkan lokasi kegiatan yang disebutkan dalam informasi, yakni Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, penyebutan “Desa Sidorejo” dalam kutipan tersebut perlu dikonfirmasi kembali agar tidak terjadi kekeliruan wilayah dalam pemberitaan.

Pelatihan Destana diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bekal praktis bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat solidaritas dan membangun budaya tanggap bencana di lingkungan masing-masing.

Dengan kesiapan masyarakat yang semakin baik, potensi risiko bencana diharapkan dapat diantisipasi sejak dini sehingga keselamatan warga menjadi prioritas utama. (Agus Kemplu)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600