Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Olah RagaPeristiwaRagam Daerah

Polres Garut Bantah Isu Korban Tewas di Kericuhan KOD Cup U-23, Polisi Buru Provokator!

115
×

Polres Garut Bantah Isu Korban Tewas di Kericuhan KOD Cup U-23, Polisi Buru Provokator!

Sebarkan artikel ini
Kepolisian Resor (Polres) Garut memberikan klarifikasi terkait beredarnya video kericuhan dalam pertandingan sepak bola Liga KOD (Koordinator Olahraga Desa) Cup U-23 yang mempertemukan tim Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, dengan Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Garut memberikan klarifikasi terkait beredarnya video kericuhan dalam pertandingan sepak bola Liga KOD (Koordinator Olahraga Desa) Cup U-23 yang mempertemukan tim Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, dengan Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Di tengah ramainya perbincangan masyarakat di media sosial, muncul informasi yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia akibat insiden tersebut. 

Example 300x600

Namun, berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, kabar mengenai korban jiwa itu dipastikan tidak benar.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya rekaman video kericuhan yang memicu beragam reaksi dan kekhawatiran di tengah masyarakat. pada Jumat (9/10/2026).

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi P., menegaskan bahwa masyarakat perlu menyikapi informasi yang beredar secara cermat dan tidak langsung mempercayai kabar yang belum teruji kebenarannya.

Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi, terlebih menyangkut adanya korban meninggal dunia, berpotensi memicu keresahan serta memperkeruh situasi apabila disebarluaskan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Susilo. saat ditemui awak media.

Polisi Telusuri Dugaan Provokator

Di balik klarifikasi mengenai kabar korban meninggal dunia tersebut, kepolisian juga masih melakukan upaya pencarian dan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi provokator dalam kericuhan pertandingan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap pihak yang diduga terlibat sekaligus mendalami peristiwa yang terjadi dalam pertandingan sepak bola antardesa tersebut.

Kepolisian berupaya memastikan penanganan persoalan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Meski demikian, dugaan keterlibatan pihak tertentu masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak berspekulasi ataupun menunjuk seseorang sebagai pelaku tanpa adanya informasi resmi dari pihak berwenang.

Suporter Diimbau Utamakan Sportivitas

Polres Garut juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pencinta sepak bola, agar menjadikan pertandingan sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan sebagai pemicu permusuhan maupun perpecahan.

Sportivitas, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama pemain dan pendukung dinilai menjadi hal penting dalam menjaga pertandingan sepak bola tetap berlangsung aman dan menjunjung nilai kebersamaan.

Kepolisian mengingatkan bahwa perbedaan dukungan terhadap tim tidak seharusnya berujung pada tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Setiap persoalan yang muncul di lapangan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan diserahkan kepada pihak berwenang.

Masyarakat juga diminta lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial dengan memeriksa sumber informasi sebelum membagikan video, foto, maupun narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mencegah penyebaran kabar yang tidak sesuai fakta.

Polres Garut menegaskan bahwa menjaga kondusivitas wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Dengan mengedepankan sikap saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan informasi yang terverifikasi, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga Kabupaten Garut tetap aman, damai, dan kondusif. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600