Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEntertainmentGaya hidup

Baraya Bedas 2026 di Sangkanhurip, Tujuh Ogoh-Ogoh Terbaik Ramaikan Festival Raksa Rupa

120
×

Baraya Bedas 2026 di Sangkanhurip, Tujuh Ogoh-Ogoh Terbaik Ramaikan Festival Raksa Rupa

Sebarkan artikel ini
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan Baraya Bedas 2026 dengan mengusung tema “Bersama Meningkatkan Ragam Budaya Kabupaten Bandung”.

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan Baraya Bedas 2026 dengan mengusung tema “Bersama Meningkatkan Ragam Budaya Kabupaten Bandung”. 

Kali ini, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Festival Raksa Rupa yang berlangsung di lapangan kompleks Perumahan Teduh, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Example 300x600

Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bandung Krisna Alamsyah dan Aep Dedi, Kepala Desa Sangkanhurip Aan Tirta Gandana, Kepala Desa Banyusari Didin Dino, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sangkanhurip, serta tokoh pemuda, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Sangkanhurip, Aan mengungkapkan bahwa sebanyak 30 rukun warga (RW) terlibat dalam kegiatan Baraya Bedas dan Festival Raksa Rupa tersebut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal.

“Alhamdulillah, dalam festival ini sebanyak tujuh ogoh-ogoh hasil karya terbaik masyarakat dapat ditampilkan dan dinilai oleh dewan juri. Ketujuh ogoh-ogoh tersebut mewakili tujuh kepala dusun yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti penilaian,” ujar Aan.

Ia menjelaskan, dewan juri terdiri atas unsur akademisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, dan panitia penyelenggara.

Aan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung serta anggota DPRD yang turut mendorong dukungan anggaran bagi pengembangan kebudayaan masyarakat.

Camat Katapang: Budaya Harus Terus Dilestarikan

Sementara itu, Camat Katapang, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa Baraya Bedas dan Festival Raksa Rupa bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi maupun hiburan masyarakat. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam melestarikan kebudayaan lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Bandung.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Bandung,” ungkap Rahmat.

Ia mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Desa Sangkanhurip yang telah menghadirkan kegiatan seni dan budaya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kaum muda untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan potensi seni, serta mengambil peran dalam menjaga warisan budaya daerah.

Rahmat berharap Baraya Bedas dan Festival Raksa Rupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi masa depan kebudayaan Kabupaten Bandung.

DPRD Dorong Penguatan Nilai Luhur Budaya

Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Aep Dedi, turut mengapresiasi kegiatan yang digagas Karang Taruna Desa Sangkanhurip dengan dukungan anggaran dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan kebudayaan merupakan bagian penting dari upaya menjaga nilai-nilai luhur bangsa sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

“Kami dari DPRD Kabupaten Bandung akan senantiasa memberikan dukungan kepada masyarakat demi meningkatkan nilai-nilai luhur budaya. Sebab, kebudayaan merupakan ciri khas suatu bangsa,” kata Aep.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, lembaga legislatif, komunitas, dan masyarakat agar berbagai tradisi serta kreativitas lokal tetap berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Disbud Kabupaten Bandung Sudah Gelar 14 Kali Baraya Bedas

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, mengaku bangga terhadap aktivitas dan kreativitas Karang Taruna Desa Sangkanhurip dalam mengembangkan kegiatan seni dan budaya melalui Festival Raksa Rupa.

Ia mengaku baru mengetahui adanya program Raksa Rupa yang diinisiasi Karang Taruna Desa Sangkanhurip. Menurutnya, kreativitas semacam ini patut diapresiasi karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam pengembangan kebudayaan daerah.

Irvan menjelaskan, pergelaran seni budaya Baraya Bedas dengan tema “Bersama Meningkatkan Ragam Budaya Kabupaten Bandung” telah dilaksanakan berulang kali sebagai bagian dari program Dinas Kebudayaan.

“Sejak Juli 2025 lalu, kami sudah menggelar 14 kali. Adapun pada 2026 ini, kami akan terus melaksanakan Baraya Bedas seiring dengan program Dinas Kebudayaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Irvan memaparkan bahwa budaya memiliki sejumlah ciri utama sebagai identitas bangsa. Pertama, budaya dimiliki bersama dan lahir dari kesepakatan, kebiasaan, serta interaksi masyarakat secara kolektif.

Kedua, budaya diwariskan secara turun-temurun melalui pendidikan, tradisi, dan komunikasi antargenerasi. 

Ketiga, budaya mengandung simbol dan nilai yang tercermin melalui bahasa, lambang, aturan, serta falsafah hidup, seperti gotong royong dan toleransi.

Keempat, budaya bersifat adaptif, yakni mampu berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.

Kelima, budaya mencerminkan kepribadian nasional yang terbentuk dari sejarah dan pandangan hidup suatu bangsa. Di Indonesia, nilai-nilai tersebut antara lain tercermin dalam Pancasila.

Melalui Baraya Bedas dan Festival Raksa Rupa, diharapkan tumbuh semakin banyak ruang kreativitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga keberagaman seni dan budaya sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600