Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PendidikanRagam Daerah

Progres Revitalisasi TK Al Farisi Garut Capai 67 Persen, Fasilitas Baru Ditargetkan Siap Januari 2027

115
×

Progres Revitalisasi TK Al Farisi Garut Capai 67 Persen, Fasilitas Baru Ditargetkan Siap Januari 2027

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Pengurus Yayasan Al Farisi, Ahmad Rapali, saat memantau progres revitalisasi TK Al Farisi, Tarogong Kaler, Garut, yang telah mencapai 67 persen, Senin (12/10/2026).

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Setelah bertahun-tahun menjalankan kegiatan belajar dengan keterbatasan sarana dan prasarana, TK Al Farisi di Jalan Terusan Rancabango, Kampung Cipenta, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, akhirnya mendapat dukungan pembangunan melalui program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah.

Hingga progres pembangunan TK Al Farisi dilaporkan telah mencapai 67 persen sampai Senin (12/10/2026).

Example 300x600

Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD) yang lebih layak, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar.

Perwakilan pengurus Yayasan Al Farisi, Ahmad Rapali, menyampaikan apresiasi atas bantuan revitalisasi tersebut.

Menurutnya, program ini menjadi dukungan penting bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas adanya program revitalisasi ini karena sangat mendukung keberlangsungan pendidikan, khususnya dari sisi sarana dan prasarana. Mudah-mudahan pembangunan ini membuahkan hasil sesuai harapan masyarakat, terutama para pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (12/10/2026).

Enam Bagian Pekerjaan Digarap, Warga Lokal Dilibatkan

Dalam program revitalisasi tersebut, terdapat enam bagian pekerjaan yang menjadi sasaran pembangunan dan penataan fasilitas TK Al Farisi. 

Pekerjaan itu meliputi pembangunan ruang kelas baru, toilet, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), penataan halaman sekolah, penyediaan alat permainan, serta peningkatan fasilitas sanitasi.

Pelaksanaan pembangunan juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. 

Ahmad menegaskan, tenaga kerja yang dilibatkan seluruhnya berasal dari warga lokal, sehingga program tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

“Tenaga kerjanya seluruhnya masyarakat lokal, tidak menggunakan pekerja dari luar. Kami berharap pembangunan ini bisa segera selesai dan fasilitasnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Meski progres pembangunan telah mencapai 67 persen, sejumlah pekerjaan masih terus berjalan. 

Di antaranya pengerjaan pagar, penataan halaman sekolah, serta proses pemesanan alat permainan untuk mendukung aktivitas belajar anak-anak.

Pihak yayasan menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada November 2026. 

Dengan demikian, fasilitas baru tersebut diharapkan dapat mulai dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan pada Januari 2027.

Sejak 2015, PAUD Masih Menumpang di Bangunan SMK, di balik pembangunan yang kini berjalan, terdapat perjalanan panjang TK Al Farisi dalam menyelenggarakan pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.

Ahmad mengungkapkan, sejak mulai beroperasi pada 2015, pihaknya belum pernah menerima bantuan pembangunan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat, di luar bantuan operasional sekolah (BOS).

Keterbatasan itu menjadi salah satu alasan yayasan mengajukan dukungan revitalisasi agar layanan PAUD dapat menempati bangunan tersendiri di bagian depan area SMK. 

Sebelumnya, kegiatan pembelajaran anak usia dini masih menumpang di bangunan milik sekolah menengah kejuruan tersebut.

“Selama ini PAUD masih menumpang di bangunan SMK. Karena itu, kami mengajukan agar memiliki tempat tersendiri sehingga kegiatan pendidikan anak usia dini bisa lebih optimal,” jelas Ahmad.

Keberadaan bangunan khusus bagi PAUD dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. 

Selain mendukung kenyamanan peserta didik, fasilitas yang memadai juga diharapkan dapat menunjang aktivitas pendidik dalam memberikan layanan pendidikan secara optimal.

Layani 36 Anak, Yayasan Berharap Pendidikan Kian Berkembang

Saat ini, TK Al Farisi tercatat memiliki sekitar 36 anak yang mengikuti kegiatan belajar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 anak telah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Ahmad menjelaskan, perbedaan jumlah tersebut berkaitan dengan beberapa anak yang usianya masih di bawah empat tahun, tetapi sudah menunjukkan semangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Melalui program revitalisasi ini, pihak yayasan berharap keterbatasan fasilitas yang selama ini dihadapi dapat teratasi secara bertahap. 

Kehadiran ruang kelas dan fasilitas pendukung yang lebih memadai diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Harapan kami, dengan dukungan pemerintah melalui program revitalisasi ini, ke depan tidak ada lagi alasan keterbatasan sarana dan prasarana yang menghambat kemajuan pendidikan. Semoga fasilitas ini bermanfaat dan pendidikan di Yayasan Al Farisi semakin maju sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.

Revitalisasi TK Al Farisi menjadi harapan baru bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Tarogong Kaler. 

Dengan target penyelesaian pada November 2026 dan pemanfaatan mulai Januari 2027, fasilitas baru tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pembelajaran serta pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600