Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti kesenjangan angka partisipasi sekolah di berbagai jenjang pendidikan.
Ia menegaskan, keterlibatan lembaga pendidikan swasta menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun.
Hal tersebut disampaikan Syakur saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (14/10/2026).
Dalam pemaparannya, Syakur mengungkapkan bahwa Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Garut masih menunjukkan kesenjangan ant jenjang pendidikan.
APM tingkat Sekolah Dasar (SD) tercatat mencapai 93,01 persen, sedangkan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di bawah 89,31 persen.
Sementara itu, partisipasi pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih jauh lebih rendah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan secara berkelanjutan.
“Ini yang saya ngeri, gimana kita mau berbicara Indonesia Emas kalau masih banyak anak-anak kita yang tidak sekolah pada waktu yang tidak ditentukan,” ujar Syakur.
Menurutnya, program Wajib Belajar 13 Tahun tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan pemerintah.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya penyelenggara pendidikan swasta, perlu diperkuat sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Ia menilai keberadaan PAUD swasta sangat strategis karena hampir seluruh lembaga PAUD di Kabupaten Garut dikelola oleh pihak swasta.
Karena itu, penguatan kualitas dan jangkauan layanan PAUD menjadi fondasi penting dalam membangun kesinambungan pendidikan anak.
Syakur menyebutkan, jumlah kelahiran di Kabupaten Garut mencapai sekitar 43.000 anak setiap tahun, bahkan pernah menyentuh 54.000 kelahiran pada 2018.
Besarnya jumlah anak tersebut membutuhkan dukungan lembaga pendidikan yang memadai agar akses pendidikan sejak usia dini dapat terpenuhi.
“Dari aspek lembaganya, dari sekolahnya itu, dari PAUD itu hampir semuanya adalah swasta. Sehingga buat kami kalau kita mau serius membangun pendidikan 13 tahun, bangun PAUD swasta,” tegasnya.
Pada jenjang SD, Kabupaten Garut memiliki 1.411 sekolah negeri dan 126 sekolah swasta.
Meski sejumlah SD swasta di kawasan perkotaan menunjukkan peningkatan kualitas, persoalan ketersediaan sekolah pada jenjang SMP dan SMA serta rendahnya partisipasi peserta didik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Selain keterbatasan akses, faktor ekonomi juga menjadi salah satu penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.
Syakur mengapresiasi dukungan anggota DPR RI Ferdiansyah melalui bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), yang dinilai membantu meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan anak.
“Dari pengalaman kami ada beberapa alasan anak tidak melanjutkan sekolah, salah satunya adalah ekonomi. Makanya saya bersyukur alhamdulillah Pak Ferdiansyah membantu kami untuk memberikan PIP,” katanya.
Di samping pemerataan akses, Syakur turut menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik.
Ia mengungkapkan, masih terdapat guru yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana serta tenaga pengajar yang latar belakang pendidikannya belum sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar peningkatan akses pendidikan berjalan seiring dengan perbaikan mutu pembelajaran di sekolah.
“Kita juga masih ada jompang antara kebutuhan dengan ketersediaan, terutama di kualifikasi. Masih banyak guru-guru kita yang pendidikannya belum sesuai. Sehingga saya masih menyambut ada program beasiswa dari Mendikdasmen ya terkait dengan pembiayaan kuliah untuk S1,” tandasnya.
Syakur berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, serta lembaga pendidikan negeri dan swasta semakin kuat.
Dengan dukungan tersebut, pemerataan akses, peningkatan kualitas guru, dan keberlanjutan pendidikan di Kabupaten Garut diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. (Agung)
















