Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

PESONA Perikanan Garut Naik Kelas! 30 Perempuan Dilatih Teknologi Canning/Retort, Produk Olahan Ikan Dibidik Tembus Pasar Lebih Luas

112
×

PESONA Perikanan Garut Naik Kelas! 30 Perempuan Dilatih Teknologi Canning/Retort, Produk Olahan Ikan Dibidik Tembus Pasar Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
PESONA Perikanan Garut Naik Kelas! 30 Perempuan Dilatih Teknologi Canning/Retort, Produk Olahan Ikan Dibidik Tembus Pasar Lebih Luas

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Potensi perikanan Kabupaten Garut terus didorong agar tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut adalah memperkuat keterampilan pengolahan hasil perikanan melalui program PESONA Perikanan.

Example 300x600

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengawetan makanan berbasis hasil perikanan menggunakan metode canning/retort yang digelar di Balai Benih Ikan (BBI) Bayongbong, Selasa (13/10/2026). 

Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari kelompok wanita pengolah produk perikanan yang berasal dari Kecamatan Karangpawitan, Pakenjeng, Cisurupan, Pasirwangi, dan Sukawening.

Pelatihan menghadirkan instruktur dari SSCOOL, yakni Alfin dan Elfi, Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai teknologi pengolahan dan pengawetan pangan yang berpotensi menjadi alternatif pengembangan produk olahan ikan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha pengolahan perikanan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, tuntutan mutu produk, serta peluang pemasaran yang terus berkembang.

Teknologi Pengolahan Jadi Kunci Meningkatkan Nilai Jual Ikan

Selama ini, hasil perikanan memiliki peluang ekonomi yang besar, tetapi pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. 

Kemampuan mengolah, menjaga kualitas, memperhatikan keamanan pangan, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing.

Melalui pengenalan metode canning/retort, peserta memperoleh wawasan mengenai salah satu teknologi pengawetan pangan yang dapat dipelajari untuk pengembangan produk berbasis ikan.

Teknologi tersebut berpotensi mendukung pembuatan produk yang lebih praktis dan memiliki masa simpan lebih panjang apabila prosesnya dilakukan secara tepat, tervalidasi, serta memenuhi ketentuan keamanan pangan yang berlaku.

Bagi kelompok wanita pengolah hasil perikanan, peningkatan keterampilan ini diharapkan menjadi modal untuk mengembangkan usaha secara bertahap. 

Bahan baku ikan yang sebelumnya dijual dalam bentuk segar atau olahan sederhana berpeluang dikembangkan menjadi produk dengan karakteristik, kemasan, dan nilai jual yang lebih kompetitif.

Meski demikian, penerapan teknologi pengawetan perlu disertai pemenuhan standar proses, sanitasi, pengemasan, dan keamanan pangan agar produk yang dihasilkan layak dipasarkan.

PESONA Perikanan Perkuat Inovasi dan Kapasitas Pelaku Usaha

PESONA Perikanan merupakan singkatan dari Penguatan Sistem Olahan dan Inovasi Produk Perikanan. 

Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui penguatan keterampilan pelaku usaha, pemanfaatan teknologi pengolahan, pengembangan kelembagaan kelompok, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Keterlibatan instruktur dari SSCOOL menjadi bagian dari upaya memperluas akses peserta terhadap pengetahuan dan keterampilan teknis. 

Dengan adanya pelatihan tersebut, kelompok pengolah diharapkan dapat mengenali peluang pengembangan produk sekaligus mempertimbangkan kesiapan sarana dan kemampuan usaha sebelum menerapkan teknologi secara lebih luas.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuhnya usaha pengolahan hasil perikanan yang produktif dan berkelanjutan.

Tidak hanya berorientasi pada keterampilan produksi, pengembangan usaha juga membutuhkan pendampingan, penguatan kelembagaan, inovasi kemasan, konsistensi kualitas, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen.

Produk Olahan Ikan Garut Diperkenalkan Lewat Katalog Digital

Selain pelatihan pengolahan, kegiatan tersebut juga diisi dengan diseminasi informasi mengenai katalog digital produk olahan ikan PESONA Perikanan melalui aplikasi Garut Fish Market.

Layanan tersebut dapat diakses melalui laman sakana-diskannak.garutkab.go.id sebagai salah satu sarana informasi mengenai produk olahan ikan.

Pemanfaatan katalog digital menjadi langkah penting untuk memperkenalkan produk pelaku usaha kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. 

Di tengah perkembangan perdagangan digital, kehadiran informasi produk secara daring dapat membantu konsumen mengenali pilihan produk olahan perikanan yang tersedia.

Namun, perluasan pemasaran digital akan semakin efektif apabila dibarengi dengan ketersediaan produk yang konsisten, informasi yang jelas, kemasan yang memadai, serta pengelolaan usaha yang profesional.

Sinergi antara peningkatan keterampilan produksi dan penguatan akses pasar diharapkan mampu membantu kelompok pengolah mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Dyah Savitri Dorong Produk Perikanan Garut Lebih Berdaya Saing

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, melalui pengembangan PESONA Perikanan mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi para pengolah makanan berbasis hasil perikanan agar mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produknya.

Penguatan keterampilan melalui pelatihan diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya usaha pengolahan yang lebih produktif, inovatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Ke depan, hasil pelatihan perlu ditindaklanjuti melalui praktik pengolahan yang tepat, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, peningkatan mutu, serta pengembangan strategi pemasaran.

Dengan dukungan tersebut, kelompok wanita pengolah hasil perikanan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan produk unggulan dan memperkuat peran ekonomi keluarga.

Pada akhirnya, pengembangan sektor perikanan tidak hanya diukur dari banyaknya ikan yang diproduksi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Melalui PESONA Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, kelompok pengolah, instruktur, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Harapannya, inovasi pengolahan hasil perikanan dapat berkembang menjadi peluang usaha nyata yang memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600