Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaLingkungan HidupRagam Daerah

Imbas Sidak Dedi Mulyadi, Ngatiyana Turun Langsung! Selokan Taman Sriwijaya Dibersihkan, Sampah 3,8 Ton Jadi Sorotan

1214
×

Imbas Sidak Dedi Mulyadi, Ngatiyana Turun Langsung! Selokan Taman Sriwijaya Dibersihkan, Sampah 3,8 Ton Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani, turun langsung mengecek proses pembersihan saluran air di kawasan Taman Sriwijaya.

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi bergerak menindaklanjuti persoalan kebersihan lingkungan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menyoroti kondisi sejumlah kawasan di Kota Cimahi. 

Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani, turun langsung mengecek proses pembersihan saluran air di kawasan Taman Sriwijaya.

Example 300x600

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan lingkungan perkotaan, khususnya dalam menangani sampah dan menjaga kebersihan saluran air yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat apabila tidak dirawat secara berkala.

Di lokasi, Ngatiyana melihat langsung pekerjaan petugas kebersihan yang mengangkat sampah dan material kotoran dari saluran air. 

Sampah yang terkumpul dimasukkan ke dalam karung-karung untuk selanjutnya ditangani sesuai prosedur kebersihan lingkungan.

Banyaknya sampah yang berhasil diangkat menjadi perhatian tersendiri. Dalam keterangannya di lokasi, disebutkan bahwa pada kegiatan sebelumnya jumlah sampah yang terkumpul mencapai sekitar 3,8 ton. 

Angka tersebut menggambarkan besarnya pekerjaan yang harus ditangani dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di kawasan perkotaan.

Ngatiyana Akui Kebersihan Masih Perlu Dibenahi

Ngatiyana menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tidak boleh berhenti pada satu lokasi saja.

Menurutnya, tindak lanjut terhadap kondisi lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perangkat daerah, petugas kebersihan, serta partisipasi masyarakat.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah titik yang kebersihannya perlu ditingkatkan. 

Karena itu, evaluasi dan pembenahan lingkungan menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi.

Arahan dan kritik yang disampaikan dalam sidak Gubernur Jawa Barat, lanjutnya, menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi pekerjaan yang belum tuntas sekaligus memperkuat upaya penataan kota.

Pembersihan saluran air dan kawasan taman pun diharapkan tidak sekadar menjadi respons sesaat setelah adanya peninjauan pejabat, melainkan berkembang menjadi kegiatan rutin yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Optimal dan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus berbenah. Kritik dan arahan adalah pengingat bahwa masih ada pekerjaan yang harus kami tuntaskan,” demikian pesan yang disampaikan dalam konteks pembenahan lingkungan tersebut.

Pedagang dan Warga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab kebersihan bukan hanya berada di tangan pemerintah, melainkan juga membutuhkan kesadaran warga dan pelaku usaha.

Pedagang yang beraktivitas di sekitar kawasan publik diimbau menyediakan pengelolaan sampah yang baik dan tidak membuang sisa aktivitas usahanya ke saluran air maupun sungai.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memperberat pekerjaan petugas kebersihan, mengotori ruang publik, serta meningkatkan risiko tersumbatnya saluran air. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Karena itu, pemerintah mengajak warga untuk mulai dari lingkungan masing-masing, membuang sampah pada tempatnya, menjaga taman, serta memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal maupun tempat usaha tidak dijadikan lokasi pembuangan sampah.

“Pemerintah hadir untuk membenahi, masyarakat turut menjaga,” menjadi pesan penting dalam upaya membangun kesadaran bersama mengenai kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan.

Penanganan Gelandangan Juga Menjadi Perhatian

Selain meninjau kebersihan lingkungan, Ngatiyana juga menyinggung persoalan keberadaan gelandangan yang masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Cimahi.

Pemerintah kota mengaku masih melakukan pendataan dan menyiapkan penanganan terhadap orang-orang yang ditemukan berada di jalanan, termasuk mereka yang disebut berasal dari luar wilayah Cimahi.

Ngatiyana menyampaikan bahwa pihaknya merencanakan langkah lanjutan untuk mengantarkan mereka kembali ke wilayah masing-masing. 

Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan melalui koordinasi dan pendekatan yang manusiawi, dengan memperhatikan identitas, kondisi sosial, serta kebutuhan setiap orang.

Penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui pemindahan dari satu lokasi ke lokasi lain. 

Diperlukan pendataan yang cermat dan koordinasi dengan instansi sosial terkait agar langkah yang ditempuh tepat sasaran serta tidak menimbulkan persoalan berulang.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa penanganan dilakukan dengan tetap menghormati martabat dan hak setiap orang.

Pembenahan Cimahi Membutuhkan Kerja Bersama

Peninjauan Wali Kota Cimahi bersama Kepala DPKP di Taman Sriwijaya menjadi pengingat bahwa kebersihan kota merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara konsisten. 

Sidak dan evaluasi dapat menjadi pemicu percepatan pembenahan, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh tindak lanjut yang terukur dan pengawasan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Cimahi dihadapkan pada tantangan untuk memastikan saluran air terpelihara, taman tetap bersih, sampah tertangani dengan baik, dan kawasan publik semakin tertib.

Pada saat yang sama, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar upaya tersebut tidak kembali menghadapi persoalan serupa.

Melalui kolaborasi pemerintah, petugas kebersihan, pedagang, dan warga, pembenahan lingkungan diharapkan mampu menciptakan Kota Cimahi yang lebih bersih, nyaman, tertata, serta memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. 

DPKP Perkuat Penanganan Saluran Air dan Ruang Publik

Kehadiran Kepala DPKP Kota Cimahi Amy Pringgo Mardhani dalam peninjauan tersebut turut menegaskan pentingnya koordinasi teknis dalam pembenahan kawasan permukiman dan lingkungan perkotaan.

Pembersihan saluran air perlu disertai pemantauan berkala agar sampah yang berpotensi menghambat aliran air dapat segera ditangani. 

Selain itu, kawasan taman dan ruang publik juga membutuhkan pemeliharaan berkesinambungan supaya tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pekerjaan rumah Pemerintah Kota Cimahi dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan.

Penanganan tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah yang terlihat, tetapi juga perlu membangun sistem pemeliharaan dan kebiasaan masyarakat yang mendukung kebersihan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, hasil pembenahan dapat dirasakan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika petugas sedang melakukan pembersihan. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600