BeritaInformatikaPolitikRagam Daerah

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Asep Yusuf Salim Serap Aspirasi Guru PJOK Saat Reses di Banjaran

417
Asep Yusuf Muslim(tengah) serius saat mengikuti alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam reses yang dilaksanakannya, Senin (23/2/26)

Banjaran Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar, Asep Yusuf Salim, menggelar kegiatan reses hari kedua dengan menghadiri pertemuan bersama para guru yang tergabung dalam Kelompok Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Al-Barkah, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Senin (23/2/2026).

Kegiatan reses turut dihadiri pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banjaran dan berlangsung dalam suasana dialogis serta penuh keakraban.

Para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, khususnya terkait nasib guru honorer, guru PJOK, dan guru paruh waktu.

Dalam kesempatan itu, Asep Yusuf Salim mendengarkan langsung keluhan para guru yang masih berjuang di lapangan. 

Ia menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer yang telah lama mengabdikan diri di bidang pendidikan.

“Guru honorer adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka berjuang demi pendidikan anak-anak kita. Kita harus memperjuangkan hak-hak mereka,” ujarnya.

Ia berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi para guru di tingkat kabupaten, terutama terkait peningkatan status dan kesejahteraan.

Menurutnya, persoalan guru paruh waktu yang saat ini menjadi polemik perlu segera dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Asep juga mengungkapkan bahwa dirinya memahami kondisi para guru karena memiliki latar belakang sebagai pendidik.

“Notabene mereka adalah teman-teman seperjuangan, karena saya berangkat dari guru. Mereka menyampaikan keluh kesah terkait video viral dan kebijakan paruh waktu yang saat ini menjadi polemik yang tidak bisa dihindari. Tentunya saya selaku wakil rakyat menerima aspirasi mereka dan harus ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Bandung,” terangnya.

Ia menambahkan, telah ada konfirmasi terkait rencana audiensi antara Bupati dan Ketua DPRD dengan Forum Guru. Namun demikian, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban.

“Ini harus seimbang antara hak dan kewajiban. Di satu sisi guru menuntut haknya, di sisi lain ada beban yang juga harus ditingkatkan. Jangan sampai kita terlalu sibuk memikirkan pendapatan dan persoalan administrasi, sementara tugas utama mendidik anak menjadi terabaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa seluruh masukan dari para guru akan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan dan program yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif. (Apih)

Exit mobile version