EntertainmentGaya hidupInformatikaInternasionalRagam Daerah

Asia Africa Festival 2026 Resmi Dibuka, Bandung Teguhkan Semangat Kolaborasi Dunia Lewat Green Bandung Spirit

524
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa Bandung memiliki posisi istimewa dalam sejarah dunia sebagai kota lahirnya Dasasila Bandung yang menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam memperjuangkan perdamaian, kesetaraan, serta kerja sama internasional.

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Asia Africa Festival (AAF) 2026 resmi dibuka dengan semarak di kawasan bersejarah depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026). 

Mengusung tema “Unity in Diversity, Rising in Harmony”, festival internasional ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali Semangat Bandung sebagai fondasi kerja sama global yang kini diperkuat dengan nilai keberlanjutan, inklusivitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Ribuan warga, wisatawan, tamu undangan, hingga delegasi dari berbagai negara memadati kawasan Jalan Asia Afrika untuk menyaksikan pembukaan festival yang telah menjadi agenda budaya dan diplomasi internasional kebanggaan Kota Bandung.

Mewakili Wali Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa Bandung memiliki posisi istimewa dalam sejarah dunia sebagai kota lahirnya Dasasila Bandung yang menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam memperjuangkan perdamaian, kesetaraan, serta kerja sama internasional.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Sebagai kota kelahiran Dasasila Bandung, Pemerintah Kota Bandung terus berkomitmen menjaga warisan sejarah tersebut melalui visi Bandung Utama, yakni membangun kota yang unggul, inklusif, amanah, maju, dan agamis,” ujar Iskandar.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keramahan yang menjadi ciri khas Kota Bandung serta menjadikan Asia Africa Festival sebagai ruang memperkuat persahabatan antarbangsa sekaligus memperluas kolaborasi internasional demi terciptanya dunia yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Green Bandung Spirit Hadapi Krisis Iklim Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa Semangat Bandung perlu dimaknai lebih luas sesuai perkembangan zaman.

Jika pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955 Semangat Bandung menjadi simbol solidaritas bangsa-bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan, kini dunia menghadapi tantangan baru berupa perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga kerusakan ekosistem.

Karena itu, ia mengajak seluruh negara Asia dan Afrika mentransformasikan nilai tersebut menjadi Green Bandung Spirit, yakni semangat baru yang menitikberatkan pada solidaritas global dalam menjaga bumi.

“Sudah saatnya kita mentransformasikan Bandung Spirit menjadi Green Bandung Spirit, sebuah komitmen baru Asia dan Afrika untuk memperkuat solidaritas, inovasi, dan aksi bersama,” tegasnya.

Menurut Jumhur, pembangunan berkelanjutan harus dilakukan secara adil, inklusif, serta bertanggung jawab terhadap generasi mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya ecological repentance atau pertobatan ekologis sebagai bentuk perubahan cara pandang terhadap alam dan lingkungan.

Inklusivitas Jadi Kunci Masa Depan

Pesan inspiratif juga disampaikan Presiden DILANS (Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia) Indonesia, Farhan Helmy. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh peserta memandang persoalan global melalui perspektif yang lebih inklusif.

Farhan mengungkapkan, pengalaman hidup sebagai pengguna kursi roda membuatnya memahami bahwa hambatan terbesar bukan berasal dari keterbatasan fisik seseorang, melainkan dari sistem yang belum sepenuhnya memberikan ruang bagi semua kalangan.

Ia menilai isu perubahan iklim, aksesibilitas, kesehatan, teknologi, hingga kemiskinan perkotaan merupakan persoalan yang saling berkaitan dan hanya dapat diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Keberagaman bukanlah kelemahan kita. Yang menjadi kelemahan adalah eksklusi,” tegas Farhan.

Menurutnya, Semangat Bandung di abad ke-21 harus diwujudkan melalui kolaborasi, kepercayaan, inovasi, serta tanggung jawab bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Karnaval Budaya Asia-Afrika Meriahkan Jalan Asia Afrika

Setelah prosesi pembukaan, kemeriahan Asia Africa Festival 2026 berlanjut melalui Asia Africa Carnival yang menjadi daya tarik utama festival.

Parade budaya tersebut menampilkan delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika, perwakilan kota kembar (Sister City), mahasiswa internasional, peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga puluhan komunitas seni dan budaya yang mengenakan busana tradisional penuh warna.

Iringan musik, tarian tradisional, serta atraksi budaya memadati rute karnaval mulai dari Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat. 

Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang jalur parade semakin mempertegas posisi Bandung sebagai kota yang mampu menyatukan keberagaman budaya dalam suasana persahabatan dan perdamaian.

Melalui penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap Semangat Bandung tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi nyata dalam membangun kolaborasi global, memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan demi masa depan dunia yang lebih baik. (Sinta)

Exit mobile version