Ragam DaerahSosial

Babinsa Gesi Turun Tangan, Gotong Royong Bangun Talud Jalan Bersama Warga

114
Babinsa Desa Gesi, Koramil 12/Gesi, Kodim 0725/Sragen, Sertu Heri P, turun langsung membantu warga membangun talud jalan di Dukuh Tirtomulyo, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.

Jawa Tengah, Sragen l secondnewsupdate.co.id — Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. 

Babinsa Desa Gesi, Koramil 12/Gesi, Kodim 0725/Sragen, Sertu Heri P, turun langsung membantu warga membangun talud jalan di Dukuh Tirtomulyo, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.

Sejak pagi, Heri bersama warga bergotong royong mengerjakan pembangunan talud. Dengan mengerahkan tenaga secara bersama-sama, pekerjaan yang menjadi bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur lingkungan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan.

Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan warga bukan sekadar membantu pekerjaan fisik.

Kehadiran di lapangan merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaannya.

Heri mengatakan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. 

Karena itu, pihaknya berupaya hadir ketika warga melaksanakan kegiatan yang membutuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Kami hadir untuk membantu warga sekaligus menjalin silaturahmi. Ini juga merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya.

Ia menilai budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat Dukuh Tirtomulyo perlu terus dijaga. 

Selain mempercepat pekerjaan, kebersamaan tersebut dinilai mampu memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antarmasyarakat.

Pembangunan talud diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, khususnya dalam menjaga kondisi jalan dan lingkungan. 

Keberadaan talud juga penting untuk membantu memperkuat konstruksi jalan serta mengantisipasi potensi kerusakan akibat aliran air dan kondisi tanah.

Tidak hanya ikut bekerja, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi langsung dengan warga. 

Interaksi di tengah kegiatan gotong royong menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkomunikasi langsung dengan warga. Dengan sering turun ke lapangan, hubungan antara Babinsa dan masyarakat akan semakin dekat,” kata Heri.

Semangat gotong royong tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang dibangun, tetapi juga pada kekuatan kebersamaan masyarakat dalam menjaganya. (Agus Kemplu)

Exit mobile version