Bandung// secondnewsupdate.co.id – Blantika musik lawas kembali menggeliat. Grup band d’Flash sukses menyedot perhatian publik saat tampil di Laneo Cafe & Eatery Cafe, mengusung nuansa musik ala Koes Plus, penampilan mereka membuat suasana cafe membludak hingga pengunjung berjoget bersama.
Band yang dipimpin oleh Iwan Setiawan juga Anggota Dewan Cimahi ini, memang dikenal konsisten mengangkat kembali kejayaan musik Indonesia era 70–80-an.
Sejak berdiri pada 2023, d’Flash telah “melanglang buana” menghibur berbagai daerah di Jawa Barat.
Cafe Penuh, Nostalgia Menggema.
sejak awal penampilan, suasana di Laneo Cafe langsung pecah.
Lagu-lagu legendaris khas Koes Plus yang dibawakan dengan gaya segar membuat pengunjung larut dalam nostalgia. Tak sedikit yang ikut bernyanyi dan berjoget, menciptakan atmosfer hangat penuh kenangan.
“Musik Koes Plus itu legendaris, lintas generasi, dan selalu enak didengar. Kami ingin menghadirkan kembali memori kejayaan musik Indonesia,” ujar Iwan saat ditemui usai penampilan.
Formasi Solid, Energi Lawas Berbalut Modern
Dalam kesempatan tersebut, Iwan juga memperkenalkan formasi d’Flash yang terdiri dari:
Agung (key board)
Dengan racikan aransemen yang tetap mempertahankan ciri khas, namun dibalut sentuhan modern, d’Flash berhasil menghadirkan pengalaman musik yang tidak hanya nostalgia, tetapi juga relevan bagi generasi muda.
Misi Besar: Hidupkan Kembali Musik Indonesia
Lebih dari sekadar hiburan, d’Flash membawa misi besar, menghidupkan kembali kecintaan terhadap musik Indonesia, khususnya karya-karya Koes Plus.
Menurut Iwan, saat ini dominasi musik luar, terutama budaya pop Korea, cukup kuat di kalangan anak muda.
Namun, ia optimistis musik lawas Indonesia tetap punya tempat.
“Lagu Koes Plus itu sederhana, mudah diingat, tapi tidak mudah dimainkan dengan baik. Di situlah nilai seninya,” katanya.
Dorong Koes Plus Jadi Ikon Nasional
Tak hanya itu, Iwan juga menyuarakan harapan agar para legenda musik Indonesia mendapat pengakuan lebih luas, bahkan di tingkat nasional.
Ia menyebut salah satu pendiri Koes Plus, Tonny Koeswoyo, (Alm) layak diperjuangkan sebagai pahlawan musik Indonesia.
Menurutnya, karya-karya Koes Plus yang mencapai ratusan lagu merupakan kekayaan budaya yang bisa menjadi daya tarik wisata nasional.
Lagu Lawas, Potensi Besar yang Belum Tergali
Menariknya, d’Flash tidak hanya membawakan lagu populer seperti “Kolam Susu” atau “Diana”, tetapi juga menggali lagu-lagu Koes Plus yang jarang dikenal publik.
“Masih banyak lagu yang belum populer, padahal kualitasnya luar biasa. Ini yang ingin kami angkat kembali,” tambahnya.
Kehadiran d’Flash menjadi bukti bahwa musik lawas Indonesia belum mati.
Dengan kemasan yang tepat dan semangat pelestarian, karya-karya legendaris seperti milik Koes Plus justru bisa menjadi tren baru, bahkan menjangkau generasi muda.
Blantika musik Indonesia pun kembali punya harapan: nostalgia bukan sekadar kenangan, tapi bisa jadi masa depan. (Bagdja)
