InformatikaKesehatanRagam Daerah

Banjir Jadi Momok, Puskesmas Melong Tengah Cimahi Dibangun Dua Lantai: Layanan Kesehatan Bakal Naik Kelas

518
Walikota Cimahi Ngatiyana saat melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Puskesmas Melong

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Banjir yang selama ini kerap mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Melong Tengah, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, akhirnya mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi.

Pemkot Cimahi kini merealisasikan pembangunan gedung baru Puskesmas Melong Tengah.

Pembangunan tersebut bukan sekadar mengganti bangunan lama, tetapi diarahkan untuk menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih aman, representatif, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan Wali Kota Cimahi Ngatiyana pada Senin (24/8/2026) yang lalu.

Gedung baru tersebut dirancang dua lantai dan ditargetkan rampung paling lambat 31 Desember 2026. 

Dengan demikian, fasilitas baru diharapkan dapat mulai dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat pada 2027. 

Persoalan banjir menjadi salah satu alasan utama pembangunan kembali Puskesmas Melong Tengah. 

Setiap musim hujan, lokasi puskesmas lama kerap terdampak genangan sehingga kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayanan.

“Puskesmas ini kalau musim hujan selalu terjadi banjir, oleh sebab itu tahun ini mulai kita bangun,” ujar Ngatiyana. Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan medis, tetapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan maupun pelayanan kesehatan lainnya.

Karena itu, pembangunan Puskesmas Melong Tengah ditempatkan sebagai salah satu kebutuhan yang perlu direalisasikan.

Bukan Sekadar Bangun Gedung

Pemkot Cimahi mengarahkan pembangunan Puskesmas Melong Tengah dengan konsep pelayanan yang mengikuti perkembangan standar layanan kesehatan primer.

Fasilitas baru tersebut akan mengacu pada konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan pola pelayanan berbasis siklus hidup dan lima klaster. 

Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, termasuk aspek promotif dan preventif. 

Selain bangunan yang lebih representatif, pelayanan di Puskesmas Melong Tengah juga diproyeksikan mengalami peningkatan.

Salah satunya adalah rencana penguatan pelayanan persalinan yang dapat beroperasi selama 24 jam. 

Dengan peningkatan tersebut, masyarakat Melong dan wilayah sekitarnya diharapkan memiliki akses layanan kesehatan yang lebih dekat ketika membutuhkan penanganan, khususnya dalam kondisi yang membutuhkan pelayanan segera.

“Pelayanan khususnya persalinan bisa satu kali 24 jam. Jadi melayani masyarakat sampai 24 jam,” kata Ngatiyana.

Ngatiyana berharap proses pembangunan berjalan lancar dengan memperhatikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta manfaat yang akan diterima masyarakat.

“Skala prioritas pembangunannya untuk kepentingan masyarakat, yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mudah-mudahan pembangunan lancar,” ucapnya.

Pembangunan Puskesmas Melong Tengah pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai perubahan fisik sebuah gedung. 

Lebih dari itu, proyek tersebut menjadi upaya Pemkot Cimahi menjawab persoalan fasilitas kesehatan yang selama ini menghadapi gangguan banjir sekaligus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga.

Jika pembangunan selesai sesuai target, masyarakat Melong akan memiliki fasilitas kesehatan baru yang diharapkan lebih aman, nyaman, dan mampu memberikan pelayanan dengan jangkauan yang lebih baik mulai 2027. 

Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, sebelumnya menegaskan bahwa persoalan banjir di lokasi lama bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati sebelumnya menegaskan bahwa persoalan banjir di lokasi lama bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan pelayanan.

Genangan juga dapat berdampak terhadap keselamatan pasien serta keberadaan berbagai sarana pendukung pelayanan kesehatan.

“Yang utama adalah keselamatan pasien. Puskesmas Melong ini posisinya selalu kebanjiran jika musim hujan datang,” tutur Mulyati.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pembangunan gedung baru.

Bangunan yang baru diharapkan mampu memberikan lingkungan pelayanan yang lebih aman sekaligus meminimalkan gangguan terhadap operasional puskesmas ketika musim hujan.

Rp4,6 Miliar, Dikebut 143 Hari

Pembangunan Puskesmas Melong Tengah memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,6 miliar yang bersumber dari APBD Kota Cimahi. 

Pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 143 hari kalender dan harus diselesaikan paling lambat 31 Desember 2026. 

Sebelumnya, Pemkot Cimahi juga telah melakukan pembongkaran bangunan lama sebagai tahapan menuju pembangunan fasilitas baru. 

Saat proses pembangunan berlangsung, pelayanan kesehatan masyarakat tetap diupayakan berjalan dari lokasi sementara. 

Dengan anggaran dan waktu pengerjaan yang telah ditetapkan, pelaksanaan proyek menjadi bagian penting agar fasilitas baru tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.(Bagdja)

Exit mobile version