Soreang Kab Bandung// secondnewsupdate.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, menyebabkan banjir di sejumlah titik strategis hingga melumpuhkan arus lalu lintas. Kamis (2/4/2026) sore.
Genangan air dilaporkan terjadi di Jalan Raya Soreang, Jalan Bhayangkara Desa Soreang, hingga Jalan Gandasari.
Bahkan, di kawasan ikon patung stroberi Soreang, air menutup badan jalan hingga membuat sejumlah pengendara memilih putar balik karena khawatir kendaraan mogok.
Di Jalan Bhayangkara, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Debit air yang tinggi membuat saluran drainase dan sungai tidak mampu menampung luapan air, sehingga merendam akses menuju Mapolresta Bandung.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Gading Tutuka, Desa Cingcin. Jalan tersebut berubah layaknya aliran sungai, mengakibatkan kemacetan panjang karena kendaraan terjebak genangan.
Tak hanya ruas jalan, banjir juga merendam permukiman warga. Di Kampung Bandawa, Desa Soreang, tepatnya di lingkungan RW 15, warga sempat panik saat air masuk ke gang-gang permukiman.
Warga setempat menduga banjir dipicu oleh proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di dekat SMK Farmasi. Mereka menilai pembangunan tersebut mengganggu aliran air dan sistem drainase.
Ketua RW 15, Engkus, menyebut banjir kali ini merupakan kejadian yang tidak biasa terjadi di wilayahnya.
“Kami menduga kuat ini dampak dari pembangunan Sekolah Rakyat. Sebelumnya tidak pernah banjir sampai masuk ke gang-gang seperti sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, aliran air yang sebelumnya langsung mengalir ke selokan kini justru meluap ke permukiman warga. Ia menegaskan, warga akan mendesak pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur.
“Kami akan ajukan tuntutan agar drainase diperbaiki. Jangan sampai setiap hujan warga selalu kebanjiran,” tegasnya.

Engkus juga mengungkapkan bahwa warga sempat melakukan aksi protes kepada pihak pelaksana proyek.
Ia menekankan, perbaikan lingkungan harus segera dilakukan sebelum pembangunan selesai.
“Kami tidak menolak program pemerintah, tapi mohon dampaknya juga diperhatikan. Jangan sampai warga jadi korban,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan, jika tidak ada respons serius, warga berencana kembali melakukan aksi protes.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak pelaksana proyek Sekolah Rakyat belum dapat memberikan keterangan. Penanggung jawab proyek disebut sedang tidak berada di lokasi. (Apih)
















