KBB, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Upaya penanganan stunting di tingkat desa mendapat perhatian perwakilan Bank Dunia (World Bank).
Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi lokasi kunjungan kerja untuk melihat langsung pelaksanaan program penurunan stunting yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat, Senin (19/10/2026).
Peninjauan dipusatkan di Posyandu Graha Berseri, Perumahan Graha Bukit Raya RW 25.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Bank Dunia melihat berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga edukasi bagi keluarga.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cilame, Cucu Yanti, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan program penurunan stunting yang menjadi salah satu prioritas nasional dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Menurut Cucu, Desa Cilame dipilih setelah melalui proses penjajakan lokasi. Awalnya, tim Bank Dunia mempertimbangkan Desa Mekarsari karena lokasinya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.
Namun, setelah dilakukan pertimbangan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Desa Cilame dinilai lebih representatif untuk menjadi lokasi peninjauan.
Sejumlah faktor menjadi pertimbangan, di antaranya ketersediaan fasilitas yang memadai, area kegiatan yang luas, tempat parkir yang representatif, serta keaktifan para kader dalam menjalankan program di masyarakat.
“Mereka langsung tertarik melihat kondisi di lapangan. Kami kemudian memaparkan berbagai upaya penanganan stunting yang telah berjalan,” ujar Cucu Yanti.
Tinjau Langsung Program Ibu Hamil hingga PAUD
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Bank Dunia diajak berkeliling untuk melihat simulasi berbagai kegiatan yang mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan yang diperkenalkan meliputi kelas ibu hamil, pelayanan rutin Posyandu, sesi pengasuhan anak (parenting) bagi orang tua, hingga aktivitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Berbagai kegiatan itu menggambarkan keterlibatan sejumlah unsur masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan pemaparan dari Kepala Desa Cilame bersama Kader Pembangunan Manusia mengenai dukungan pemerintah desa terhadap pelaksanaan program intervensi stunting.
Pemdes Cilame Targetkan Posyandu Jadi Percontohan
Kepala Desa Cilame, Aas Mohamad Asor, menyambut kunjungan tersebut sebagai dorongan bagi pemerintah desa, kader, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta inovasi dalam penanganan stunting.
Menurutnya, perhatian dari perwakilan Bank Dunia menjadi motivasi untuk mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus memperbaiki aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan.
“Kami termotivasi untuk mempertahankan dan terus meningkatkan capaian yang sudah baik. Kami berharap Posyandu di Desa Cilame dapat menjadi percontohan, baik secara khusus di wilayah kami maupun bagi desa-desa lain,” tuturnya.
Aas menegaskan, pemerintah desa berkomitmen menjaga keberlanjutan program pencegahan dan penanganan stunting agar pelaksanaannya semakin optimal serta selaras dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader Posyandu, tokoh lingkungan RW di Desa Cilame, hingga perwakilan pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten serta sejumlah kementerian terkait.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara mitra pembangunan internasional, pemerintah, dan masyarakat desa.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang. (Hendra)
