Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKriminalRagam Daerah

BPK Temukan Dugaan Kerugian Miliaran Rupiah di PT Angkasa Pura II dalam 24 Kegiatan

215
×

BPK Temukan Dugaan Kerugian Miliaran Rupiah di PT Angkasa Pura II dalam 24 Kegiatan

Sebarkan artikel ini
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menemukan dugaan kerugian keuangan mencapai miliaran rupiah pada 24 kegiatan yang melibatkan PT Angkasa Pura II (PT AP II) beserta anak perusahaan dan instansi terkait. Dua di antaranya bahkan terindikasi merupakan kegiatan fiktif.

SNU//Medan – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menemukan dugaan kerugian keuangan mencapai miliaran rupiah pada 24 kegiatan yang melibatkan PT Angkasa Pura II (PT AP II) beserta anak perusahaan dan instansi terkait. Dua di antaranya bahkan terindikasi merupakan kegiatan fiktif.

BPK mengungkap dugaan kerugian perusahaan BUMN tersebut melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor: 58/LHP/XX/11/2024, yang dirilis pada 18 November 2024. Kerugian terjadi pada Tahun Buku 2021 dan 2022, mencakup wilayah Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Selasa (25/11/2025).

Example 300x600

Temuan Utama BPK

Piutang Mandek & Parking Surcharge

Penyelesaian piutang PT AP II sebesar Rp207,85 miliar berlarut-larut.

Outstanding piutang Parking Surcharge PT LAG di Bandara Kualanamu senilai Rp57,02 miliar belum jelas penyelesaiannya.

Pendapatan Konsesi Hilang

PT AP II dinilai kehilangan kesempatan memperoleh pembagian pendapatan konsesi dari kegiatan Ground Handling maskapai PT LAG di tiga bandara.

Dua Kegiatan Berindikasi Fiktif

Kerjasama bisnis PT APK untuk pengiriman material proyek PLTU Transformer 2×3 MW Ampana merugikan perusahaan Rp8,67 miliar.

Proyek bendungan Sadawarna paket 3 pada PT APK diduga fiktif dan menimbulkan kerugian Rp1,69 miliar.

Masalah Kerjasama & Pengelolaan Sistem

Kerjasama pemanfaatan fasilitas komersial PT AP II, PT APA, dan PT APS dinilai tidak sesuai ketentuan.

Proses rekonsiliasi JKP2U/CSC belum memadai, dan aplikasi SIGO tidak dimanfaatkan optimal.

Kemitraan Bandara Kualanamu Berpotensi Bermasalah

Kerjasama strategis PT AP II dengan GMR Airport Consortium dinilai berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Pengelolaan Aset & Proyek Tidak Efisien

Kekurangan volume pekerjaan pada 7 paket proyek sebesar Rp2,66 miliar.

Aset senilai Rp14,43 miliar belum dimanfaatkan.

Pekerjaan terdampak Covid-19 berisiko mangkrak.

Ketidaksesuaian Prosedur di Berbagai Bidang

Premi Aspurjab tidak sesuai ketentuan sebesar Rp1,81 miliar.

Perjalanan dinas tidak sesuai aturan sebesar Rp673,86 juta serta tidak sesuai penugasan Rp153,66 juta.

Pembayaran THT karyawan yang seharusnya dibayar AJB Bumiputera ditanggung PT AP II hingga Rp134,77 miliar.

Pengadaan kendaraan, cleaning service, Avsec, hingga APPS ditemukan tidak sesuai ketentuan, termasuk indikasi kemahalan harga Rp4,96 miliar.

BPK menilai banyak proses bisnis, kerjasama, hingga pengelolaan aset dan piutang tidak dilakukan sesuai ketentuan serta lemahnya pengawasan internal di tubuh PT AP II dan anak perusahaan.

Temuan terjadi pada PT AP II pusat serta unit kerja di beberapa wilayah:

Banten

Sumatera Utara (termasuk Bandara Kualanamu)

Jawa Tengah

Kalimantan Barat

When (Kapan?)

Dugaan kerugian dan penyimpangan terjadi sepanjang Tahun Buku 2021–2022 dan diungkap dalam LHP yang dirilis pada 18 November 2024.

Temuan menyangkut:

PT Angkasa Pura II (PT AP II)

PT Angkasa Pura Kargo (PT APK)

PT Angkasa Pura Aviasi (PT APA)

PT APS

PT LAG

Pihak ketiga dalam berbagai kerjasama proyek

How (Bagaimana modusnya?)

Modus yang ditemukan BPK antara lain:

Kegiatan dan kerjasama fiktif

Pelaksanaan proyek tidak sesuai kontrak

Pengelolaan piutang tanpa progres penyelesaian

Ketidaksesuaian proses pengadaan

Investasi dan aset yang tidak memberikan kontribusi

Pembayaran tunjangan dan premi yang tidak sesuai ketentuan

Profil Singkat Perusahaan

PT AP II merupakan BUMN pengelola jasa kebandarudaraan dan fasilitas bandara.
 

PT APK adalah perusahaan kargo dan logistik di bawah holding BUMN aviasi InJourney.
PT APA adalah anak perusahaan AP II yang fokus pada kemitraan strategis, termasuk operasional Bandara Internasional Kualanamu.

Hingga berita ini dipublikasikan, Selasa (25/11/2025), pihak PT Angkasa Pura II belum memberikan tanggapan terkait temuan audit dan dugaan kerugian tersebut. (Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600