HukumKriminal

Bukan Cuma Tilang! Sisi Humanis Razia Knalpot Brong Polda Jabar, Warga Rela Ganti Knalpot Secara Sukarela

114
Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto (kanan) didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) mengatakan, hingga saat ini jajarannya telah mengamankan sekitar 9.128 knalpot nonstandar. Ribuan knalpot tersebut diperoleh melalui penindakan maupun pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id — Penertiban knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong di Jawa Barat tak melulu berujung pada penindakan.

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) kini mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif untuk membangun kesadaran masyarakat.

Hasilnya cukup menarik. Sebagian pengendara memilih menyerahkan knalpot bising miliknya secara sukarela setelah mendapatkan edukasi dari petugas.

Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, hingga saat ini jajarannya telah mengamankan sekitar 9.128 knalpot nonstandar. Ribuan knalpot tersebut diperoleh melalui penindakan maupun pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Kami mengamankan sekitar 9.128 knalpot nonstandar melalui penindakan maupun kegiatan-kegiatan secara persuasif.” Hal itu disampaikan Pipit saat memberikan keterangan di Mapolda Jabar, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, ada masyarakat yang dengan kesadaran sendiri menyerahkan knalpot bising untuk kemudian diganti menggunakan knalpot standar.

“Masyarakat juga ada yang menyerahkan secara sukarela untuk diganti dengan knalpot standar,” ujarnya.

Tak Sekadar Razia, Polisi Kedepankan Edukasi

Polda Jabar berupaya mengubah pola penertiban yang selama ini identik dengan razia dan penilangan. Edukasi kepada pengendara dinilai menjadi bagian penting agar masyarakat memahami bahwa penggunaan knalpot brong bukan sekadar persoalan kelengkapan kendaraan.

Kebisingan yang ditimbulkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi menjadi sumber keresahan di ruang publik.

Pipit juga menegaskan, pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman, tertib dan nyaman.

“Jadi kita juga harus humanis, edukatif kepada masyarakat. Seluruh upaya ini ditujukan untuk mengurangi sumber keresahan serta menghadirkan Jawa Barat yang lebih nyaman, lebih aman, dan lebih tertib,” katanya.

Dedi Mulyadi Dukung Operasi “Tiis Ceuli”

Pendekatan yang dilakukan Polda Jabar tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi menilai penertiban knalpot brong harus dilakukan dengan cara yang mampu mendisiplinkan pengendara sekaligus menjaga suasana tetap kondusif.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai “Tiis Ceuli”, yang memiliki tujuan menjadikan jalan raya sebagai ruang publik yang nyaman, bukan pusat kebisingan, kesemrawutan maupun konflik.

“Terima kasih pada Pak Kapolda Jabar yang memulai operasi dari Tiis Ceuli. Tiis Ceuli adalah merupakan operasi untuk jalan bukan pusat kebisingan, jalan bukan pusat kesemrawutan, jalan bukan pusat konflik.” Ujar Dedi.

Menurut Dedi, salah satu fokus utama operasi tersebut adalah mendisiplinkan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, agar kembali menggunakan knalpot sesuai standar.

Pemprov Jabar Siapkan Knalpot Standar Gratis

Tak berhenti pada penindakan, Pemprov Jabar bahkan menyiapkan skema bantuan bagi masyarakat yang ingin mengganti knalpot brong tetapi terkendala kemampuan ekonomi.

Dedi mengatakan knalpot standar akan disiapkan di sejumlah pos operasi lalu lintas sehingga pengendara dapat langsung melakukan penggantian.

“Nanti saya titipkan ke para satuan lalu lintas yang operasi. Nanti bisa disimpan di pos-pos, mereka ketika operasi langsung ke pos, langsung ganti boleh pulang,” ujar Dedi.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa penertiban knalpot brong di Jawa Barat tidak hanya mengedepankan sanksi, tetapi juga memberikan solusi.

Dengan pendekatan edukasi, persuasif dan humanis, Polda Jabar bersama Pemprov Jabar berharap penggunaan knalpot nonstandar dapat ditekan tanpa menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat. (Burhan)

Exit mobile version