Tarogong Kaler Garut// secondnewsupdate.co.id – Bupati Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin menghadiri acara Harmoni Ramadan dalam Balutan Toleransi dan Kebersamaan yang digelar di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (2/3/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyoroti kompleksitas keberagaman di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan, terutama dengan adanya Pancasila sebagai pilar utama kebersamaan bangsa.
Ia juga mengajak masyarakat Garut untuk bersyukur atas kondisi daerah yang tetap damai di tengah berbagai konflik yang terjadi di sejumlah belahan dunia.
“Dan ini bisa kita mulai dengan saling memberikan apa yang kita miliki kepada orang lain dan juga sebaliknya,” ujar Syakur.
Selain menekankan pentingnya toleransi, Bupati Garut turut menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi daerah. Meski masih menghadapi tantangan kemiskinan, Kabupaten Garut berhasil mencatatkan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi yang menjadi capaian terbaik dalam satu dekade terakhir.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut tengah mendorong program hilirisasi di sektor pertanian guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu saya mohon bantuannya, bapak ibu semua untuk bersama-sama memiliki komitmen untuk memajukan Garut yang maju dan hebat. Satu modal utamanya adalah keamanan, ketertiban, dan kedamaian,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan dan kondusifitas wilayah merupakan fondasi penting dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, inisiator acara, Agustine Merdekawati, menyampaikan bahwa tahun 2026 menghadirkan momentum istimewa dalam kerukunan antarumat beragama. Hal ini karena perayaan Tahun Baru Imlek 2577 bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sehingga menciptakan harmoni budaya dan spiritual yang jarang terjadi.
“Fenomena langka ini menekankan toleransi, di mana dekorasi Imlek bersanding dengan suasana Ramadan yang melambangkan keindahan dalam kebhinekaan,” jelas Agustine.
Ia menegaskan bahwa toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan upaya untuk saling memahami dan menghargai perbedaan.
Agustine juga mengapresiasi jajaran Forkopimda Kabupaten Garut atas perannya dalam menjaga keamanan dan kondusifitas daerah.
Acara tersebut diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antarumat beragama serta memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman di Kabupaten Garut. (Agung)
