KesehatanRagam DaerahSosial

Bupati Maesyal Cek Langsung Dapur MBG Parahu 2, 2.500 Penerima Manfaat Terlayani

619
Bupati Kabupaten Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid saat mengunjungi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang terus mendapat pengawasan langsung pemerintah daerah. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun ke lapangan mengecek operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian penyediaan makanan bagi penerima manfaat berjalan sesuai prosedur, terutama menyangkut kebersihan, keamanan pangan, kualitas gizi, hingga ketepatan waktu distribusi.

Didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Camat Sukamulya, dan Kepala Desa Parahu, Maesyal meninjau langsung aktivitas di dalam SPPG.

Mulai dari kesiapan bahan baku, proses memasak, penerapan standar kebersihan, pengemasan, hingga mekanisme pengiriman makanan menjadi bagian yang diperiksa dalam peninjauan tersebut.

Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, (kanan) saat berbincang-bincang dengan petugas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Pak Camat dan Pak Kepala Desa melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar,” ujar Maesyal.

Layani 2.500 Penerima, Distribusi Maksimal 15 Menit

Menurut Maesyal, SPPG Parahu 2 saat ini mampu melayani sekitar 2.500 penerima manfaat.

Sasarannya cukup luas, mulai dari balita, anak-anak jenjang TK, SD, SMP hingga ibu hamil.

Untuk menjaga kualitas makanan selama perjalanan, distribusi dilakukan menggunakan armada khusus. Pemerintah daerah menargetkan waktu tempuh pengiriman menuju titik penerima manfaat maksimal sekitar 15 menit.

Sementara itu, makanan disajikan menggunakan wadah ompreng yang tidak langsung menjadi sampah setelah digunakan.

Setelah makanan dikonsumsi, wadah tersebut ditarik kembali sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjalani proses pencucian dan pembersihan sebelum kembali digunakan.

SPPG Parahu 2 Buka Lapangan Kerja bagi Warga Lokal

Tak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, keberadaan SPPG juga dinilai memberikan efek ekonomi bagi warga sekitar.

SPPG Parahu 2 yang dikelola oleh Ibu Laras tercatat mempekerjakan 43 warga lokal.

Maesyal menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa program MBG memiliki dampak berlapis. Selain menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, operasional SPPG turut menciptakan kesempatan kerja di tingkat desa.

“Dengan hadirnya SPPG ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang terjamin,” katanya.

Bupati Minta Standar Higienitas Terus Dijaga

Maesyal berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi contoh bagi unit SPPG lainnya di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MBG bukan hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari bagaimana makanan tersebut diproses hingga diterima dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dapur, memastikan alur kerja tertata, memperhatikan ketepatan waktu distribusi serta memperkuat koordinasi dengan Puskesmas.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar menu yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi para penerima manfaat.

Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, saat mengunjungi dapur operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).

“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Relawan: MBG Beri Kesempatan Kerja

Dampak ekonomi program MBG juga dirasakan langsung para pekerja di SPPG Parahu 2.

Salah seorang relawan, Indah Fitriani, mengaku bersyukur bisa terlibat dalam operasional SPPG sekaligus memperoleh penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di SPPG ini. Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Saya sangat bersyukur Bapak Presiden mempunyai program MBG ini, karena kami masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap,” ungkap Indah.

316 SPPG Tersertifikasi di Kabupaten Tangerang

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat saat ini terdapat sekitar 316 unit SPPG yang telah tersertifikasi.

Jika setiap unit rata-rata menyerap sekitar 40 tenaga kerja, maka keberadaan ratusan SPPG tersebut diperkirakan telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 12.000 tenaga kerja lokal.

Angka tersebut menunjukkan bahwa implementasi MBG di Kabupaten Tangerang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di tingkat desa. (Dia)

Exit mobile version