Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap warga yang tengah menghadapi persoalan kesehatan kembali diwujudkan secara langsung.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyambangi kediaman seorang bayi berusia 10 bulan, M. Rasyid Arrumi, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa (22/9/2026).
Rasyid merupakan putra pasangan suami istri, Samsul Bahri dan Heti Restiana, warga RT 03/RW 02, Desa Pasir Gadung.
Di usia yang masih sangat belia, Rasyid harus menjalani rangkaian pengobatan dan pemeriksaan secara rutin akibat penyakit jantung bawaan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Kedatangan Bupati Maesyal bukan sekadar melihat kondisi Rasyid secara langsung. Dalam kunjungan tersebut, Maesyal juga mendengarkan penjelasan kedua orang tua mengenai kondisi kesehatan, kebutuhan perawatan, hingga berbagai kendala yang harus dihadapi keluarga selama mendampingi pengobatan sang buah hati.
Usai melihat kondisi Rasyid dan berdialog dengan keluarganya, Maesyal memastikan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memberikan dukungan agar proses perawatan bayi tersebut dapat berlangsung secara optimal.
“Ini kita semua berusaha untuk berbagi rasa, termasuk untuk bersama-sama membantu apabila ada anak yang sedang dalam proses penyembuhan dan pengobatan. Kita bantu, di mana pun anak-anak yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal.
Kebutuhan Susu Khusus Rasyid Ditanggung Pemkab
Salah satu perhatian yang langsung diberikan pemerintah daerah menyangkut kebutuhan nutrisi Rasyid. Maesyal memastikan kebutuhan susu khusus yang diperlukan selama masa perawatan akan dibantu melalui Puskesmas.
Berdasarkan kebutuhan yang disampaikan pihak keluarga, susu Nutrinidrink akan diberikan secara gratis selama satu bulan.
Kebutuhan Rasyid diperkirakan mencapai lima kaleng setiap dua minggu atau sekitar 10 kaleng dalam satu bulan.
“Susunya nanti melalui Puskesmas kita kirim, gratis selama sebulan, 10 kaleng,” tegas Maesyal.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga, mengingat kebutuhan nutrisi menjadi bagian penting dalam menunjang kondisi Rasyid selama menjalani proses pengobatan.
Puskesmas Diminta Datang Langsung ke Rumah
Tidak berhenti pada bantuan nutrisi, Maesyal juga meminta jajaran Puskesmas memberikan pelayanan langsung ke kediaman keluarga Rasyid.
Langkah tersebut dilakukan karena Rasyid membutuhkan penggantian selang secara rutin. Selang tersebut digunakan untuk membantu memasukkan makanan, minuman, susu, vitamin, hingga obat-obatan.
Maesyal menilai pelayanan langsung ke rumah dapat membantu keluarga sekaligus menjaga kebersihan dan higienitas dalam proses penggantian selang.
“Kalau ganti selang seminggu sekali, biasanya harus datang ke Puskesmas. Saya sudah bicara dengan pimpinan Puskesmas, nanti staf Puskesmas yang datang ke rumah untuk mengganti selang setiap seminggu sekali, supaya higienis dan sebagainya,” jelasnya.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya bagi pasien bayi yang membutuhkan penanganan dan perawatan secara berkala.
Ayah Rasyid Berhenti Bekerja, Pemkab Siapkan Jalan untuk Kembali Bekerja
Perhatian Bupati Maesyal juga diarahkan kepada kondisi keluarga Rasyid, khususnya sang ayah, Samsul Bahri.
Samsul harus berhenti bekerja karena lebih banyak mencurahkan waktu untuk mendampingi anaknya menjalani pengobatan.
Ia harus bolak-balik mengantar Rasyid menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Melihat kondisi tersebut, Maesyal meminta Camat Cikupa Supriyadi mengupayakan agar Samsul dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket C.
Program tersebut diharapkan dapat membantu Samsul memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan SMA sehingga memiliki peluang untuk kembali mendapatkan pekerjaan.
“Nanti diusahakan oleh Pak Camat supaya bisa ikut Paket C, sehingga mendapatkan ijazah setara SMA. Nanti diusahakan lagi supaya bisa bekerja kembali, karena sebelumnya dia bekerja tetapi diberhentikan karena harus mengurus anaknya yang sakit dan bolak-balik ke Harapan Kita,” ungkap Maesyal.
Dengan demikian, dukungan pemerintah tidak hanya diarahkan pada proses pengobatan Rasyid, tetapi juga menyentuh keberlangsungan kehidupan keluarga yang terdampak kondisi kesehatan anak.
Pemeriksaan ke Jakarta Dipastikan Mendapat Pendampingan
Pemkab Tangerang juga memastikan Rasyid mendapatkan pendampingan ketika harus menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Harapan Kita.
Pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala, termasuk setiap dua minggu. Untuk mendukung mobilitas keluarga, pemerintah akan melibatkan mobil Siaga Desa serta unsur pemerintah desa dan kader untuk memberikan pendampingan.
Maesyal menegaskan seluruh layanan pendampingan tersebut tidak boleh membebani keluarga Rasyid.
“Semua gratis buat dia, jangan ada pungutan apa-apa,” tegasnya.
Maesyal juga mengapresiasi pemerintah desa, kader, Puskesmas, serta masyarakat yang selama ini ikut memberikan perhatian dan membantu keluarga Rasyid.
Menurutnya, persoalan kesehatan warga, terlebih ketika menyangkut anak-anak yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan, membutuhkan kepedulian bersama dan semangat gotong royong.
Orang Tua Rasyid Sampaikan Terima Kasih
Sementara itu, ibunya Rasyid, Heti Restiana, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Ia mengapresiasi langkah Bupati Maesyal Rasyid yang datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi anaknya.
Menurut Heti, selama proses pengobatan Rasyid, pihak pemerintah desa dan Puskesmas juga terus memberikan bantuan serta pendampingan.
“Alhamdulillah, kami terus dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pak Bupati bahkan datang langsung ke rumah kami. Sebelumnya pihak desa dan terutama Puskesmas juga terus membantu dalam memberikan perawatan,” ujar Heti.
Ia mengatakan berbagai bantuan dan perhatian yang diberikan pemerintah sangat berarti bagi keluarganya, terutama dalam mendukung proses pengobatan Rasyid hingga kondisinya berangsur membaik.
“Kami tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan anak kami,” tuturnya.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana dukungan pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari pemenuhan nutrisi, perawatan kesehatan, pendampingan pemeriksaan hingga perhatian terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga. (Dia)
