Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLingkungan HidupRagam Daerah

Bupati Tangerang Hadiri HPSN 2026, Tanam Bambu dan Terapkan Ecoenzym di TPA Jatiwaringin

915
×

Bupati Tangerang Hadiri HPSN 2026, Tanam Bambu dan Terapkan Ecoenzym di TPA Jatiwaringin

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penanaman pohon trembesi, bambu, serta penyiraman ecoenzym di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (18/2/2026).

Kabupaten Tangerang Banten// secondnewsupdate.co.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penanaman pohon trembesi, bambu, serta penyiraman ecoenzym di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mauk, Rajeg, dan Sukadiri beserta unsur Forkopimcam, para penggiat lingkungan, perwakilan PLN Lontar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang beserta jajaran, serta perwakilan perusahaan pengembang.

Example 300x600

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa penanaman bambu dan penyiraman ecoenzym merupakan bagian dari upaya penguatan lahan serta pengendalian pencemaran di kawasan TPA Jatiwaringin.

“Penanaman bambu dilakukan sebagai barrier alami untuk membantu menyerap bau dan menahan angin di sekitar TPA. Penyiraman ecoenzym ke sumur pantau bertujuan menurunkan kadar E.Coli serta membantu menetralisir kualitas air tanah yang juga dimanfaatkan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Bupati Kabupaten Tangerang Banten, Mochamad Maesyal Rasyid (tengah);saat berkoordinasi bersama camat Mauk dan Kadis LH Kabupaten Tangerang

TPA Jatiwaringin Disiapkan Jadi Pusat Pengolahan Sampah Energi Listrik

Bupati Maesyal Rasyid juga mengungkapkan bahwa TPA Jatiwaringin telah ditetapkan sebagai lokasi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan berbagai pembenahan guna mendukung program tersebut.

Di antaranya, penyiapan lahan seluas 6,5 hektare yang telah dimatangkan dan dipadatkan, memastikan ketersediaan air bersih dari PDAM, serta menjamin volume pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari. 

Saat ini, volume sampah yang masuk bahkan telah mencapai sekitar 2.700 ton per hari.

“TPA Jatiwaringin kita siapkan sebagai lokus pengolahan sampah menjadi energi listrik. Lahan sudah kita matangkan, volume sampah mencukupi dan juga tengah menyiapkan kerja sama pengangkutan sampah dengan pihak ketiga. Kita terus mendukung program ini agar bisa terealisasi pada tahun 2026,” ujarnya.

Bupati Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah

Bupati juga menginstruksikan para camat untuk mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah disediakan, bukan di pinggir jalan umum.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan di pinggir jalan umum. Kita angkut satu jam kemudian penuh lagi. Ini perlu kesadaran bersama,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penanganan sampah dan berharap momentum HPSN 2026 dapat memperkuat komitmen bersama menuju Kabupaten Tangerang yang bersih dan bebas sampah.

“Mari kita jadikan momentum HPSN 2026 sebagai titik balik menuju gerakan bersama mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas sampah dan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan,” pungkasnya.

DLHK: Kualitas Air Tanah Membaik, Kadar E.Coli Turun Signifikan

Sementara itu, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat melaporkan bahwa rangkaian kegiatan HPSN tingkat Kabupaten Tangerang telah dimulai sejak 2 Februari 2026 dengan aksi bersih pantai dan pesisir, serta mencapai puncaknya di TPA Jatiwaringin melalui berbagai aksi pengendalian pencemaran dan edukasi lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mauk, Rajeg, dan Sukadiri beserta unsur Forkopimcam, para penggiat lingkungan, perwakilan PLN Lontar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang beserta jajaran, serta perwakilan perusahaan pengembang.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah pembenahan di TPA Jatiwaringin, termasuk penggunaan teknologi geomembran untuk mengurangi bau dan mengendalikan gas metana, serta penguatan pengolahan air lindi.

“Hasil uji kualitas air tanah di sekitar TPA menunjukkan penurunan signifikan angka E.Coli dari 8.300 per 100 ml menjadi 134 per 100 ml setelah aplikasi ecoenzym selama dua bulan. Program tersebut akan dilanjutkan hingga enam bulan ke depan dengan interval pemberian rutin setiap bulan,” jelasnya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan HPSN ini menjadi refleksi pentingnya pengelolaan sampah yang baik guna mencegah pencemaran lingkungan dan potensi bencana. (Diana)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600