Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Bupati Tangerang Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

863
×

Bupati Tangerang Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (tengah) memimpin apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026, di gelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang pada tahun 2026. 

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Example 300x600

Apel tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta berbagai instansi terkait sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau.

Maesyal menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh personel serta perangkat daerah siap bergerak cepat ketika terjadi bencana.

“Alhamdulillah hari ini kami didampingi Pak Kapolres, Pak Dandim, Dan Satradar, Lanud, Kajari, dan Danpom melaksanakan apel kesiapsiagaan tanggap darurat. Musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang sehingga seluruh Forkopimda dan unsur terkait harus siap melakukan pengawasan, monitoring, sekaligus merespons setiap kejadian yang terjadi di masyarakat,” ujar Maesyal.

Kesiapsiagaan Tak Hanya Fokus Karhutla

Menurutnya, kesiapsiagaan pemerintah tidak hanya diarahkan pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mengantisipasi berbagai dampak musim kemarau lainnya seperti kebakaran permukiman, kekeringan, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui distribusi bantuan air bersih, patroli wilayah, hingga sosialisasi pencegahan kebakaran.

Maesyal juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan ataupun membuang puntung rokok di lokasi yang rawan terbakar.

Edukasi kepada masyarakat, katanya, harus terus digencarkan hingga tingkat kecamatan, desa, Polsek, dan Koramil.

“Kita semua terus merespons harapan masyarakat, terutama terkait kekeringan dan kebutuhan air bersih. Seluruh unsur telah bergerak memberikan bantuan sekaligus melakukan sosialisasi sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang,” katanya.

Apresiasi Penanganan TPA Jatiwaringin

Pada kesempatan tersebut, Maesyal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Menurutnya, keberhasilan memadamkan api dan asap dalam waktu sekitar sepuluh hari merupakan bukti nyata kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, Kejaksaan, serta berbagai elemen lainnya.

“Alhamdulillah berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Pemerintah Provinsi Banten, dan semua pihak, api dan asap di TPA Jatiwaringin dapat dipadamkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan semua pihak yang telah bekerja keras,” ungkapnya.

Meski demikian, ia meminta seluruh perangkat daerah tidak lengah. Pengawasan terhadap kondisi TPA Jatiwaringin maupun titik-titik rawan kebakaran lainnya harus terus dilakukan secara berkala mengingat musim kemarau masih berlangsung.

“Kami berharap seluruh dinas terkait terus melakukan monitoring dan pemeliharaan kondisi TPA Jatiwaringin serta wilayah lainnya agar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan. Sinergi menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Kapolresta: Ini Bukan Sekadar Seremonial

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Ia menilai keberhasilan penanganan Karhutla sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, serta respons cepat di lapangan.

“Ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi bentuk persiapan kita dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel, khususnya di titik-titik yang rawan kebakaran selama menghadapi musim kemarau,” ujarnya.

Indra berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tangerang dapat ditekan semaksimal mungkin, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Dengan kesiapsiagaan yang matang, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis mampu menghadapi tantangan musim kemarau panjang melalui sinergi seluruh elemen pemerintah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600